Ibna Hayati Terpilih Jadi Mahasiswa Berprestasi Unri 2015
Ibna Hayati tidak pernah mengira akan terpilih menjadi Mahasiswa Berprestasi (Mawapres) Universitas Riau 2015.
Penulis: Afrizal | Editor: Muhammad Ridho
TRIBUNPEKANBARU.COM - Ibna Hayati tidak pernah mengira akan terpilih menjadi Mahasiswa Berprestasi (Mawapres) Universitas Riau 2015. Meskipun keikusertaannya dalam seleksi sudah kedua kali, tahun ini persaingan antar finalis dianggap lebih ketat.
"Tidak menyangka akan terpilih karena semua finalis yang ikut tahun ini, persainganya lebih ketat," ujarnya pada Tribun, Minggu (3/5/2015).
Mahasiswa semester enam Fakultas Matematika Ilmu Pengetahuan Alam ini terpilih setelah melewati berbagai tahapan seleksi. Sebelum maju ditingkat universitas, kelahiran Pekanbaru ini harus mengikuti seleksi tingkat fakultas.
Ditingkat universitas seleksi yang dilewati adalah wawancara dan kepreibadian, presentasi karya tulis dan seleksi prestasi.
Seleksi karya tulis, putri pasangan Abdul Aziz dan Zulhelmi ini mengangkat potensi sagu. Dipilihnya tema ini menurut Ibna karena sagu merupakan pangan lokal di Indonesia. Sagu bisa menjadi pangan alternatif ditengah semakin bertambahnya jumlah penduduk. Sagu cocok dikembangkan untuk kebutuhan masyarakat karena Indonesia memiliki lahan paling luas. Lebih dari 50 persen lahan sagu di dunia, terdapat di Indonesia.
"Pangan adalah kebutuhan dasar manusia. Kalau kekurangan pangan bagaimana bisa mereka beraktivitas. Indonesia selayaknya mengembangkan untuk kebutuhan pangan karena memiliki lahan terluas di dunia," katanya.
Potensi ini, lanjut Ibna sudah banyak artikel mengulasnya. Bahkan potensi ini juga sudaj mulai dilirik pihak asing. Melalui proposalnya, Ibna menawarkan agar meningkatkan sosialisasi penggunaan sagu di tengah masyarakat. Riau sendiri sudah mulai dan berhasil membuat festival sagu.
"Selain aspek ekonomi, sagu juga memiliki aspek lingkungan karena mampu menyimpan karbon dalam junmlah besar," katanya.
Keikutsertaan mahasiswa Biologi angkatan 2012 ini tidak terlepas dari dukungan dosen yang memintanya kembali ikut karena dianggap punya potensi. Selain itu juga mampu memotivasi mahasiswa lain agar semangat berkompetisi.
Tahun 2014 lalu, dirinya juga maju ketingkat universitas. Tapi saat itu hanya masuk kedalam lima besar terbaik. Keikusertaan pertama kali justru lebih bersifat coba-coba. Pasalnya saat itu Ibna mash semester empat dan menjadi peserta paling muda.
Untuk seleksi tahun ini, diakui pemiliki cita-cita ilmuwan ini ada sejumlah tantangan yang harus dihadapi. Terutama saat seleksi, waktunya bersamaan dengan seminar kerja praktek. Paska terpilih, Ibna akan mewakili Unri untuk seleksi Mawapres nasional. (Riz)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/ibna-hayati_20150503_181132.jpg)