ARTI KATA Thogut atau Thaghut: Simak Penjelasan dari Arti Thogut
haghut berasal dari kata thaga yang memiliki arti "melampaui batas dan berlebih-lebihan dalam hal kekafiran".
Editor:
Firmauli Sihaloho
TRIBUNPEKANBARU.COM - Kata Thogut atau Thaghut menjadi trending.
Thogut atau Thaghut banyak dicari di kolom pencarian mesin google.
Lantas, apa arti Thogut atau Thaghut?
Mengutip berbagai sumber, Thogut atau Thaghut merupakan kata yang kerap diteriakkan terorris.
Guru Besar Sosiologi Agama yang juga Ketua Komisi Hukum MUI Pusat, Prof. Dr. HM Baharun menjelaskan Arti kata atau makna thaghut adalah setan yang disembah manusia.
Penyembah thaghut ini telah tersesat jauh dari agama yang benar, dan masuk neraka bersama setan.
Secara etimologi, thaghut berasal dari kata thaga yang memiliki arti "melampaui batas dan berlebih-lebihan dalam hal kekafiran". Makna lainnya, menurut Ibnu Manzur, adalah berlebihan dalam hal kemaksiatan.
Kata thaghut setidaknya disebut 8 kali dalam Alquran, di luar perubahan bentuk dan sebagainya. Setiap ayat memiliki konteks yang bisa sedikit berbeda satu sama lain.
Dalam Al-Baqarah ayat 256-257, arti kata thaghut menurut Quraish Shihab berarti “segala sesuatu yang menindas manusia dan menyesatkan dari jalan yang benar”.
Dijelaskan olehnya dalam Tafsir Al Misbah bahwa thaghut membawa manusia keluar dari cahaya iman lalu menuju ke kegelapan. Karena pada dasarnya setiap manusia lahir suci, thaghut yang membuat manusia berada dalam kesesatan.
Dalam An-Nisa ayat 51, thaghut merujuk pada “setiap sesuatu yang disembah selain Allah, baik berupa batu, manusia, pohon, ataupun setan”.
Pendapat lain menyebutkan bahwa thaghut adalah setan, yang disembah manusia.
Secara keseluruhan, thaghut kemudian diartikan sebagai segala macam kebatilan, baik dalam bentuk berhala, ide-ide yang sesat, manusia durhaka, tirani, atau siapapun yang mengajak pada kesesatan.
Termasuk didalamnya tindakan sewenang-wenang, misal dalam menyusun undang-undang semata-mata untuk mempertahankan kekuasaan.
“Istilah thaghut itu digunakan kelompok garis keras atau kelompok ‘yang diciptakan untuk keras’ demi memberi stigma buruk ‘musuh-musuhnya’.
Seperti biasa orang sedang marah begitu gampang menuduh lawannya ‘setan!’,” papar Baharun kemudian.
Kemarahan, menjadi salah satu penyebab seseorang bisa dengan sembarang menuduh orang lain sebagai thaghut atau setan.
Emosi yang seharusnya bisa diredam ini, kemudian mewujud tindakan brutal dan biadab: penyerangan dan penikaman.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/terduga-teroris-di-mabes-polri.jpg)