Selasa, 9 Juni 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Teka-Teki Satu Keluarga Meninggal Saat Camping di Temanggung: Dugaan Keracunan Gas atau Makanan

Namun, penyebab pasti kematian keluarga tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik.

Tayang:
Tribun Pekanbaru/Dokumentasi BPBD Kabupaten Temanggung
Proses evakuasi jasad wisatawan asal Semarang yang ditemukan tewas di Posong, Temanggung. 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Tragedi menimpa satu keluarga asal Kabupaten Semarang yang ditemukan meninggal dunia di dalam tenda saat berkemah di kawasan Wisata Alam Posong, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, pada Rabu (27/5/2026) sore.

Empat korban yang ditemukan tak bernyawa tersebut adalah Ali Munawar (52), sang istri Magfiroh Alvira (43), serta dua putra mereka, Bagas Amar Hakiki (21) dan Alfino Evan Hakiki (16).

Berdasarkan dugaan awal kepolisian, seluruh korban diperkirakan telah meninggal sejak Rabu dini hari hingga pagi sebelum akhirnya ditemukan oleh petugas objek wisata dalam kondisi tubuh sudah kaku.

Pjs Kasatreskrim Polres Temanggung, I Komang Mahendra Putra, menjelaskan bahwa perkiraan waktu kematian tersebut merujuk pada hasil pemeriksaan medis yang dilakukan oleh tim dokter di RSUD Temanggung.

“Mereka ditemukan kurang lebih jam 15.45. Kemungkinan antara malam sampai pagi, 8-12 jam sebelumnya, sudah meninggal dunia,” ujar Komang di Polres Temanggung, Jumat (29/5/2026).

Awal mula satu keluarga ditemukan meninggal

Kematian Ali Munawar bersama istri dan dua anaknya terungkap setelah petugas wisata Posong mendatangi tenda mereka pada Rabu sore.

Petugas awalnya hendak mengingatkan keluarga tersebut agar segera melakukan check out dari area penginapan.

Tidak ada jawaban dari dalam tenda saat petugas mencoba memanggil para korban.

Petugas kemudian membuka paksa pintu tenda dan menemukan empat orang itu sudah meninggal dunia.

Keluarga Ali diketahui tiba di kawasan Wisata Alam Posong pada Selasa (26/5/2026) sekitar pukul 22.00 WIB.

Ali dan keluarganya berdomisili di Kelurahan Panjang, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang.

Baca juga: Lagu ‘MBG Mas Bahlil Ganteng’ Bergema di depan Rumahnya, Jokowi: Kreativitasnya Patut Diapresiasi

Baca juga: Terbongkarnya Perselingkuhan Istri dengan Sahabat Sendiri: Idham Melakukan Hal Nekad

Dua dugaan penyebab kematian korban

Polisi masih menyelidiki penyebab pasti kematian satu keluarga tersebut.

Berdasarkan pemeriksaan awal dan temuan di lokasi kejadian, penyidik mendalami dua dugaan utama, yakni keracunan makanan atau paparan gas dari peralatan masak portabel.

Komang menyebut, penyidik menemukan kompor gas portabel dan satu tungku berbahan tanah liat untuk membakar briket di dekat tenda korban.

“Posisi kompor gas di dekat mulut pintu (tenda), tepat di depan sekali. Pintu tertutup rapat. Ventilasi di kiri kanan tenda juga tertutup rapat,” bebernya.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved