Selasa, 9 Juni 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Pertalite Langka di Kuansing, Warga Terpaksa Beralih ke Pertamax

Kondisi tersebut juga dikhawatirkan dapat mengganggu aktivitas masyarakat yang bergantung pada kendaraan untuk bekerja

Tayang:
Tribun Pekanbaru/IST
Warga terpaksa membeli Pertamax 92 di tengah kelangkaan Pertalite di sejumlah SPBU di Kuansing. 

TRIBUNPEKANBARU.COM,KUANSING – Sejumlah warga Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) mengeluhkan sulitnya mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di sejumlah SPBU dalam beberapa hari terakhir.

Akibat kondisi tersebut, sebagian warga terpaksa membeli Pertamax dengan jumlah terbatas karena harganya lebih mahal.

Salah seorang warga, Yulia Putri, mengaku sudah lima hari terakhir tidak bisa mendapatkan Pertalite sehingga harus beralih menggunakan Pertamax 92 untuk kebutuhan kendaraannya.

"Sudah lima hari ini saya beli Pertamax. Cuman beli 10 liter saja untuk mobil, pas-pasan untuk ke kantor," ujar Yulia, Senin (8/6/2026).

Menurut Yulia, kelangkaan Pertalite mulai ia rasakan sejak Kamis (4/6/2026).

Saat itu ia mendatangi SPBU di Desa Sitorajo Kari, Kecamatan Kuantan Tengah, namun stok Pertalite sudah habis.

"Hari itu saya juga telah ke SPBU di Sungai Jering, kosong juga," katanya.

Keluhan serupa disampaikan warga Teluk Kuantan lainnya, Hendrawan.

Baca juga: Bangunan Rusak Akibat Puting Beliung, SMPN 1 Bandar Laksamana Bengkalis Tunda Ujian Sekolah

Baca juga: Penyelundupan Ratusan Koli Ballpress Baju Bekas dari Malaysia Senilai Rp 3,9 Miliar Digagalkan

Ia mengaku kesulitan mendapatkan Pertalite sejak Sabtu (6/6/2026).

"Saat saya isi di SPBU Kebun Nenas, ternyata kosong," ujar Hendrawan.

Tidak menyerah, Hendrawan kemudian mencoba mencari BBM di SPBU Sungai Jering.

Namun, di lokasi tersebut ia juga tidak berhasil memperoleh Pertalite.

Bahkan, menurutnya, stok Pertamax 92 di SPBU tersebut juga tidak tersedia.

"Namun, anehnya, banyak Pertamax di pedagang eceran pinggir jalan dengan harga Rp16.000 per liter," ujarnya.

Kelangkaan BBM ini membuat sejumlah warga harus mencari SPBU lain atau membeli BBM nonsubsidi dengan harga yang lebih tinggi.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved