Fasum Rusak di Pekanbaru

Fenomena Maling Besi Fasilitas Umum di Pekanbaru, Pagar Pembatas Jembatan Siak III Jadi Sasaran

Fenomena maling besi fasilitas umum di Kota Pekanbaru, memang sudah sejak lama terjadi.

Penulis: Rizky Armanda | Editor: Ariestia
Tribunpekanbaru.com/Rizky Armanda
FASUM DICURI - Pagar pembatas di Jembatan Siak III hilang diduga dicuri. Dari pantauan Tribun, Sabtu (30/8/2025), tampak beberapa bagian dari pagar pembatas jembatan tersebut hilang dan terdapat bekas potongan. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Fenomena maling besi fasilitas umum di Pekanbaru, memang sudah sejak lama terjadi.

Jembatan Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazzamsyah atau yang dikenal dengan Jembatan Siak III di daerah Rumbai, menjadi salah satu objek sasaran aksi para pelaku.

Dari pantauan Tribunpekanbaru.com, Sabtu (30/8/2025), tampak beberapa bagian dari pagar pembatas jembatan tersebut hilang dan terdapat bekas potongan. 

Diduga akibat pencurian.

Baca juga: Ulah 'Rayap Besi' Kursi Santai dan Tutup Parit Raib dari Pedestrian Jalan Jendral Sudirman Pekanbaru

Di salah satu titik, terlihat pagar pembatas berwarna biru sudah tidak ada, dan hanya menyisakan besi dudukan yang terpasang di bagian pagar beton yang ada di bawahnya.

Hal ini tentunya menimbulkan potensi bahaya 

Menurut keterangan seorang masyarakat sekitar, Yani, kondisi ini sudah cukup lama terjadi.

“Tapi belum ada perbaikan kayaknya dari orang dinas,” ucapnya.

Beralih ke lokasi lain di Jalan H Guru Sulaiman di Kecamatan Payung Sekaki, beberapa pagar pembatas berwarna kuning antara jalan dengan parit besar, juga tampak hilang.

Akibatnya, terdapat ruang yang cukup lebar dan membahayakan.

Harga Besi di Penampung Barang Bekas

Besi fasilitas umum yang diduga dicuri oleh pihak tak bertanggungjawab ini, disinyalir dijual ke beberapa penampung barang bekas.

Anto, seorang pekerja di pengepul barang bekas mengungkap, harga besi yang ia beli dari masyarakat, bervariasi. Juga tergantung dari jenis besi itu sendiri.

“Kalau kita ngambil antara Rp3,5 ribu sampai Rp6 ribu per kilogram, tergantung jenis dan kondisinya. Yang tinggi harganya itu besi plat atau besi pipa,” ujarnya.

Ia mengaku, cukup bisa membedakan besi hasil curian atau bukan.

Apalagi, besi hasil curian dari fasilitas umum seperti halnya pagar pembatas jembatan.

“Biasa kita tanya barangnya dari mana. Bisa kelihatan juga kalau besi curian, apalagi dari fasilitas umum punya pemerintah. Kalau itu biasanya kita gak mau terima, gak mau kita dibilang penadah hasil curian,” tuturnya.(Tribunpekanbaru.com/Rizky Armanda)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved