Kamis, 9 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Karhutla Masih Mengintai Riau

Tiap Tahun Karhutla, Warga Pekanbaru: Selalu Berulang dan Begitu-begitu Saja

Warga sudah mulai bosan dengan kondisi saat ini. Kejadian karhutla yang berulang-ulang setiap tahunnya. 

Penulis: Budi Rahmat | Editor: Muhammad Ridho
Tribun Pekanbaru/Alex
Suasana di kawasan Sudirman Pekanbaru tampak berkabut pada Rabu (11/3/2026). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau disebut sebagai kejadian yang tak pernah berakhir.

Warga menyebut karhutla Riau sebagai tambahan musim di Pekanbaru.

Fely, warga jalan Lintas Timur Pekanbaru mengatakan karhutla di Riau seharusnya tidak lagi jadi masalah tahunan.

Hal itu jika pemerintah daerah melakukan antisipasi. 

Salah satunya dengan mengetahui wilayah yang rawan terjadinya Karhutla.

Kemudian dengan peta itu, pemerintah kemudian melakukan berbagai upaya bagaimana wilayah yang rawan karhutla tak lagi bermasalah di tahun-tahun selanjutnya.

"Kalau saya lihat, pedulinya pemerintah saat ada kejadian atau saat sudah masuk musim panas saja. Padahal kejadiannya bisa tiap tahun," ungkap Fely kepada Tribunpekanbaru.com, Kamis (12/3/2026).

Baca juga: Warga Pekanbaru Masih Trauma dengan Bencana Kabut Asap, Berharap Pelaku Karhutla Dihukum Berat

Baca juga: Titik Api Meningkat, Pemprov Riau Harap Pusat Segera Kirim Bantuan

Ditambahkannya, warga sudah mulai bosan dengan kondisi saat ini. Kejadian karhutla yang berulang-ulang setiap tahunnya. 

"Karhutla akan terus terjadi setiap tahun. Kemudian tiap tahun pula dibikin satgasnya. Begitulah entah sampai kapan," pungkasnya.

Sementara itu, bagi Wina, warga Jalan Harapan Raya, soal karhutla harusnya bisa diantisipasi oleh pemerintah. Karena peristiwanya terjadi setiap tahunnya.

"Kecuali kalau sesekali saja. Kan kebakaran lahan hampir tiap tahun begitu juga. Harusnya sudah bisa diantisipasi," beber Wina.

Harapannya kepada pemerintah daerah untuk merencanakan sejak dini mengantisipasi kebakaran lahan dan hutan.

Karena menurutnya, yang akan jadi korban warga. Itu karena kabut asap yang dihirup. 

(Tribun Pekanbaru/Budi Rahmat)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved