Selasa, 9 Juni 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Dampak Dolar Meroket

Suku Cadang Sepeda Motor Naik Hingga 10 Persen Imbas Dolar Meroket

Meroketnya Dolar AS yang hingga Senin (8/6/2026) siang menyentuh angka Rp 18,197 berdampak ke banyak lini.

Tayang:
Penulis: Theo Rizky | Editor: Muhammad Ridho
Tribun Pekanbaru/Theo Rizky
Satu unit sepeda motor tengah mengalami perbaikan di Bengkel regar, Kecamatan Rumbai, Pekanbaru, Senin (8/6/2026). 

TRIBUNPEKANBARU,COM, PEKANBARU - Meroketnya Dolar AS yang hingga Senin (8/6/2026) siang menyentuh angka Rp 18,197 berdampak ke banyak lini.

Satu di antaranya adalah kenaikan sejumlah suku cadang otomotif.

Siregar, seorang pemilik bengkel sepeda motor di Kecamatan Rumbai mengatakan bahwa hampir seluruh suku cadang sepeda motor mengalami kenaikan.

Yang paling sering dikeluhkan pelanggannya adalah kenaikan harga oli, seperti harga oli Federal Matic Ultratec 30, naik dari Rp 50 ribu per botol menjadi Rp 55 ribu.

Begitu juga dengan MPX 2 dari harga Rp 60 ribu per botol menjadi 65 ribu.

Menurut Regar, kenaikan sudah terjadi hampir sebulan terakhir.

"Semua merek oli naik sekitar 5 sampai 10 persen, begitu juga sparepart lain" ujarnya.

Dilanjutkan Regar, yang paling tinggi ada pada harga ban yang kenaikannya bisa mencapai 20 persen.

"Ya orang-orang sudah pada ngeluh, yang punya bengkel juga pusing lah karena modalnya nambah," katanya lagi.

Meski demikian ia belum menaikkan biaya servis nya karena bengkel-bengkel resmi juga belum menaikkan biaya jasanya.

"Masih Rp 35 ribu, tergantung motornya," tambah regar.

Sementara itu, sejumlah pengguna sepeda motor cukup kesal dengan kenaikan tersebut.

Baca juga: Dolar AS Sentuh Rp18.129, Rupiah Kian Tertekan pada Awal Pekan

Zulkifli, seorang warga Rumbai pengguna sepeda motor matic mengatakan bahwa kenaikan tersebut memberatkan.

"Barusan ganti oli, biasanya pakai Shell, harganya sebelumnya Rp 68 ribu, sekarang Rp 80 ribu, gak sanggup saya, jadinya sekarang pakai oli federal saja," katanya.

Zulkifli berharap kenaikan tersebut tidak berlangsung lama, apalagi suku cadang sepeda motor saat ini tidak bisa dipisahkan dalam keseharian.

"Kita kan kemana-mana naik motor, mau kerja, mau belanja, mau antar anak sekolah kan naik kendaraan, suatu saat kendaraan juga butuh perawatan dan perbaikan, terus kalau suku cadangnya mahal ya repot juga," katanya lagi.

( Tribunpekanbaru.com/Theo Rizky)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved