Senin, 18 Mei 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Karhutla di Riau

Cuaca Panas Picu Karhutla di Riau, Dua Titik Masih Dipadamkan

Panas yang menyengat sejak pagi membuat udara kering, sehingga potensi karhutla di Riau kian mudah terjadi.

Tayang:
Penulis: Syaiful Misgio | Editor: Theo Rizky
Dok Polsek Pangkalan Kuras
KARHUT;A - Tim gabungan rayon Kecamatan Pangkalan Kuras melakukan pendinginan di lokasi Karhutla di Desa Kesuma Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan Riau pada Kamis (28/8/2025) lalu. Panas yang menyengat sejak pagi membuat udara kering, sehingga potensi karhutla di Riau kian mudah terjadi. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Cuaca terik kembali menyelimuti Kota Pekanbaru dan sejumlah daerah lain di Provinsi Riau pada Minggu (31/8/2025). 

Panas yang menyengat sejak pagi membuat udara kering, sehingga potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kian mudah terjadi.

Hingga hari ini, tim gabungan dari Manggala Agni bersama BPBD, TNI, Polri, dan masyarakat peduli api masih melakukan pemadaman di dua lokasi berbeda. 

Titik pertama berada di Kelurahan Mundam, Kota Dumai, sementara titik kedua di Desa Rawa Asri, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu).

Koordinator Manggala Agni Daerah Operasi (Daops) Riau, Edwin Putra, mengatakan bahwa kebakaran di dua lokasi tersebut terjadi di lahan gambut, sehingga memerlukan upaya ekstra dalam pemadaman. 

“Api cepat membesar karena cuaca panas dan angin kencang. Tim gabungan masih berjibaku di lapangan melakukan penyekatan dan pendinginan,” ujarnya, Minggu (31/8/2025). 

Baca juga: Cuaca Riau Minggu, 31 Agustus, Waspada Hujan Lebat, Petir dan Angin Kencang di Sebagian Wilayah

Selain pemadaman darat dengan pompa air dan peralatan manual, dukungan udara juga disiagakan untuk mempercepat proses pemadaman. 

“Jika api sulit dikendalikan, helikopter water bombing akan dikerahkan ke lokasi,” tambah Edwin.

Ia menegaskan, kondisi cuaca panas seperti hari ini menjadi pengingat bahwa Karhutla masih menjadi ancaman serius di Riau. 

“Kami imbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Sedikit api saja bisa memicu kebakaran besar, apalagi di lahan gambut,” kata Edwin.

(Tribunpekanbaru.com/Syaiful Misgiono)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved