Harumkan Nama Riau, Joanna Crystabella Siswi Darma Yudha Pekanbaru Juarai IMSEO
Joanna Crystabella, siswi berprestasi yang dikenal pendiam dan sederhana, mengharumkan nama sekolah dan Provinsi Riau.
TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU -- Joanna Crystabella, siswi berprestasi yang dikenal pendiam dan sederhana, mengharumkan nama sekolah dan Provinsi Riau.
Pada puncak kompetisi Indonesia Mathematics Science English Olympiad (IMSEO) tingkat nasional yang berlangsung di UIN Sunan Gunung Djati, Bandung, Juli 2025 lalu, Joanna tampil luar biasa.
Setelah sebelumnya ia menjadi pemuncak di tingkat sekolah di Pekanbaru awalnya pada tahun 2024 lalu, selanjutnya di tingkat provinsi yang digelar pada April 2025 lalu, dan di tingkat nasional Juli lalu ia tidak hanya meraih Gold Award di bidang English, tetapi juga dinobatkan sebagai pemenang utama dengan skor tertinggi dan tercepat dari seluruh mata pelajaran yang dilombakan.
Pencapaian ini kian istimewa karena Joanna terpilih sebagai penerima hadiah utama berupa field trip ke Singapura pada Desember mendatang. Momen itu menjadi kejutan tersendiri, bukan hanya bagi Joanna, tetapi juga bagi kedua orang tuanya, Rina Rusli dan Rusli Kamil. Awalnya, mereka mengira Joanna hanya mendapat hadiah berupa uang tunai. Namun, setelah hampir meninggalkan lokasi acara, panitia kembali memanggil Joanna untuk pengumuman paling bergengsi, ia menjadi juara dan pemuncak dalam kompetisi tersebut.
"Awalnya saya kira sudah selesai. Kami hampir pulang setelah menerima hadiah uang tunai. Ternyata dicegat panitia karena masih ada pengumuman hadiah utama. Saat itulah diumumkan bahwa Joanna menjadi pemenang skor tertinggi dan tercepat," kenang Rina Rusli, ibunda Joanna kepada Tribun, Senin (1/9/2025).
Keberhasilan Joanna di tingkat nasional ini semakin mengesankan karena ia sudah lebih dulu meraih predikat top score di tingkat provinsi. Kemenangan itu memberinya kesempatan untuk melaju ke tingkat nasional tanpa harus membayar biaya tambahan.
"Padahal waktu itu kami baru saja selesai liburan semester, Joanna agak capek. Tapi saya bilang ayo coba dulu, ibu belikan tiket pesawat, akhirnya berangkat juga," ujar Rina.
Bagi Joanna sendiri, perjalanan menuju juara bukanlah hal yang mudah. Sebagai pribadi introvert, ia merasa lebih nyaman dengan ujian tertulis dibandingkan ujian lisan. "Kalau ujian tertulis saya aman, tapi kalau lisan agak grogi. Untuk kompetisi ini saya bahkan tidak belajar khusus, hanya baca kisi-kisi secara umum menjelang lomba. Tidak disangka bisa menang," ungkap Joanna.
Di balik semua itu, dukungan sekolah dan keluarga menjadi hal penting bagi Joanna. Pihak sekolah yang pertama kali memberitahukan adanya kompetisi, sekaligus menyemangati dirinya untuk ikut lomba tersebut.
Orang tua Joanna yang sudah sangat faham tentang pribadi Joanna, memberi ruang dan kebebasan dalam belajar. "Untuk belajar, saya kasih kebebasan. Saya lepaskan saja, tidak ada saya tekan sama sekali. Mau menang oke kalau tidak menang juga tidak masalah, jadi dia pun santai, dia tau mana yang terbaik baginya," ulasnya.
Menariknya, Joanna tidak mengikuti les tambahan di luar sekolah. Semua persiapannya murni dari pembelajaran sehari-hari di kelas. "Nggak ada les sama sekali, apa yang dipelajari di sekolah itu saja," ulasnya. Namun justru dari kesederhanaan itulah, Joanna membuktikan konsistensi belajar di sekolah ternyata bisa menghasilkan prestasi luar biasa.
Pengalaman mengikuti lomba di Bandung pun menjadi momen berharga bagi Joanna. Selain kompetisi, ia berkesempatan menikmati suasana kota Bandung.
"Berkesan sekali diajak jalan di Bandung, jadi pengalaman juga ikut lomba di tingkat nasional dan dapat hadiah ke luar negeri," ujarnya tersenyum.
Bagi keluarga, pencapaian Joanna terasa istimewa karena ia menjadi satu-satunya peserta dari tingkat SD hingga SMP yang berhasil menyabet gelar top score nasional sekaligus hadiah perjalanan ke Singapura.
Meski prestasi datang silih berganti, Joanna tetap rendah hati. Ketika ditanya apa motivasinya, ia hanya menyampaikan kutipan sederhana namun penuh makna, "If you can’t fly, then run, if you can’t run, then walk, if you can’t walk, then crawl," tuturnya. (Tribunpekanbaru.com/Alexander)
| Korea Tourism and Education Festival 2025 Hadir di SMA Darma Yudha Pekanbaru |
|
|---|
| Sinergi Bagi Negeri Experience Lewat Seminar Decluttering, 350 Siswa & Guru SMA Darma Yudha Antusias |
|
|---|
| LPAI dan SD Darma Yudha Gelar Children Festival 2025, Diikuti lebih 1.000 Siswa |
|
|---|
| Daftar 10 SMA Terbaik di Provinsi Riau Berdasarkan Nilai UTBK Untuk Referensi Daftar SPMB |
|
|---|
| Sosok Fansen Candra Funata Siswa Asal Pekanbaru Diterima di MIT Universitas Peringkat 1 Dunia |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/oanna-Crystabella-juara-IMSEO.jpg)