Ikan Endemik Riau Terancam Punah
Kelangkaan Air Tawar, Hilangnya Sumber Daya Bernilai Ekonomi Tinggi
Hilangnya ikan air tawar menandai hilangnya sumber daya bernilai ekonomi tinggi.
Edyanus Herman Halim, Pengamat Ekonomi Universitas Riau
TRIBUNPEKANBARU.COM,PEKANBARU- Kelangkaan ikan air tawar merupakan isu yang memerlukan perhatian serius dari pemangku kebijakan. Hilangnya ikan air tawar menandai hilangnya sumber daya bernilai ekonomi tinggi.
Ikan air tawar tidak hanya memiliki nilai ekonomi tinggi, tetapi juga menjadi sumber pendapatan bagi banyak masyarakat, terutama pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Ada dampak ekonomi dari kelangkaan ikan air tawar sehingga harus ada langkah-langkah yang dapat diambil untuk mengatasinya.
Kondisi ini dapat berdampak signifikan pada perekonomian seperti kehilangan sumber ekonomi. Ikan air tawar merupakan salah satu komoditi yang memiliki nilai ekonomi tinggi, maka dapat menyebabkan kehilangan sumber ekonomi bagi masyarakat, terutama pelaku UMKM yang memanfaatkan komoditi ini.
Persoalan lainnya, kelangkaan ikan air tawar dapat menyebabkan peningkatan harga, karena masyarakat yang bergantung pada komoditi ini akan mengalami kesulitan untuk memperolehnya. Pelaku UMKM yang memanfaatkan ikan air tawar sebagai bahan baku akan mengalami kesulitan untuk memperoleh bahan baku lantaran berdampak pada produksi dan pendapatan mereka.
Ada keberapa kemungkinan penyebab kelangkaan ikan air tawar. Satu di antaranya pencemaran lingkungan. Pencemaran lingkungan dapat menyebabkan kerusakan habitat ikan air tawar, akibatnya populasi ikan air tawar menurun.
Aksi penangkapan ikan tawar yang berlebihan bisa menyebabkan populasi ikan air tawar menurun dan kelangkaan terjadi. Kondisi itu juga dipengaruhi kurangnya budi daya ikan air tawar yang dapat menyebabkan populasi ikan air tawar tidak dapat memenuhi kebutuhan masyarakat.
Satu contohnya ikan selais. Ikan khas Riau ini bila suatu saat langka tentu harganya semakin tinggi. Komoditi ini bernilai ekonomi tinggi karena banyak masyarakat yang menggantungkan hidupnya dengan menjual ikan asap selais sebagai satu sajian khas di Riau.
Oleh sebab itu, harus ada langkah mengatasi kelangkaan ikan air tawar seperti pengembangan budi daya. Pengembangan budi daya ikan air tawar dapat meningkatkan populasi ikan air tawar dan memenuhi kebutuhan masyarakat.
Kemudian dalam pengelolaan sumber daya harus ada upaya berkelanjutan untuk mencegah penangkapan ikan yang berlebihan dan kerusakan habitat. Pihak terkait mesti melakukan pengawasan pencemaran.
Adanya pengawasan terhadap ancaman pencemaran lingkungan dapat mencegah kerusakan habitat ikan air tawar dan meningkatkan populasi ikan air tawar. Maka dapat disimpulkan bahwa kelangkaan ikan air tawar ini adalah isu yang memerlukan perhatian serius dari pemangku kebijakan.
Dengan mengembangkan budi daya, mengelola sumber daya, dan mengawasi pencemaran, kita dapat mengatasi kelangkaan ikan air tawar dan meningkatkan perekonomian masyarakat.
(Tribunpekanbaru.com/Fernando Sikumbang)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/edyanus-herman-halim-unri.jpg)