Selasa, 19 Mei 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Riau Terdampak Bencana Provinsi Tetangga

Kampar Adakan Pasar Murah Hadapi Anjloknya Pasokan Bahan Makanan Pascabencana Sumbar, Sumut dan Aceh

DKP Kampar mengungkap pasokan bahan makanan anjlok pascabencana di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh. 

Tayang:
Penulis: Fernando Sihombing | Editor: Ariestia
Tribunpekanbaru.com/Fernando Sihombing
GPM - Gerakan pangan murah DKP Kampar, Minggu (30/11/2025). 
Ringkasan Berita:
  • Pasokan bahan makanan di Kampar anjlok pascabencana di Sumbar, Sumut, dan Aceh, menyebabkan harga meroket.
  • DKP Kampar menggelar gerakan pangan murah sejak Oktober hingga 10 Desember 2025, menjual cabai, minyak goreng, dan telur dari pasokan lokal.
  • Harga cabai merah melonjak tajam, dari Sumbar tembus Rp140–150 ribu/kg, sementara cabai lokal untuk pasar murah Rp98 ribu/kg.

 

TRIBUNPEKANBARU.COM, KAMPAR - Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kampar mengungkap pasokan bahan makanan anjlok pascabencana di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh. 

Sekretaris DKP Kampar, Desrial Anas mengatakan, penurunan jumlah pasokan masih berlangsung hingga Senin (1/12/2025).

Akibatnya harga meroket. 

"Jumlah pasokan bahan makanan jauh turun. Sampai sekarang belum kembali normal," ungkapnya kepada Tribunpekanbaru.com.

Baca juga: Bencana Alam Mengelilingi Provinsi Tetangga Riau, Plt Gubernur SF Hariyanto Serukan Hal Ini

Ia mengakui belum ada upaya untuk mengatasi anjloknya pasokan.

Kendati begitu, pihaknya sudah mulai menggelar gerakan pangan murah.

Gerakan tersebut menyediakan bahan makanan yang lebih murah dari pasaran. Sehingga harga terjangkau daya beli masyarakat. 

"Sejauh ini kita masih upayakan dengan pangan murah," katanya. Gerakan pangan murah akan digelar di beberapa titik. 

Sudah Dimulai Sejak Oktober

Menurut dia, gerakan pangan murah sebenarnya sudah dimulai sejak Oktober lalu. Berlanjut hingga 10 Desember 2025. 

Pasar pangan murah menjual di antaranya cabai merah, minyak goreng dan telur. Barang yang dijual berasal dari pasokan lokal.

Ia mengatakan, pasokan dari provinsi tetangga masih sulit didapatkan. Selain karena pasokan terbatas, harganya juga sangat tinggi.

Ia menyebutkan, cabai merah dari Sumatera Barat tembus antara Rp140 ribu sampai Rp150 ribu per kilogram. 

"Cabai merah yang kita beli dari petani lokal saja (untuk pasar murah), sudah 98 ribu (per kilogram)," ujarnya mencontohkan. (Tribunpekanbaru.com/Fernando Sihombing)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved