Sabtu, 2 Mei 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Info Bumi Lancang Kuning

Data BPS 2025 di Riau: Penduduk Miskin Kampar Menurun, Pengangguran Bertambah

Sementara persentase jumlah penduduk miskin menurun dari 2024. Tahun 2024 sebesar 6,92 persen, turun pada 2025 menjadi 6,29 persen. 

Tayang:
FOTO/Edit by Canva
ILUSTRASI - Angka kemiskinan di Riau 

TRIBUNPEKANBARU.COM, KAMPAR - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat penambahan penduduk Kampar dari 2024 ke 2025. Sementara fluktuasi jumlah penduduk miskin dengan pengangguran bertolak belakang.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala BPS Kampar, Prayudho Bagus Jatmiko menyebutkan, jumlah penduduk tahun 2025 sebanyak 908.390 jiwa. Terdiri dari laki-laki 464.180 jiwa dan perempuan 444.210 jiwa.

Jumlah tersebut meningkat dari 2024, yakni 894.848 jiwa. Terdiri dari laki-laki 457.594 jiwa dan perempuan 437.254 jiwa.

Penambahan jumlah penduduk dikemukakan Prayudho dalam data strategis Kampar November 2025 yang diterima Tribunpekanbaru.com, Kamis (11/12/2025). Jumlah penduduk terus bertambah setiap tahun.

Sementara persentase jumlah penduduk miskin menurun dari 2024. Tahun 2024 sebesar 6,92 persen, turun pada 2025 menjadi 6,29 persen. 

Kendati penduduk miskin menurun, sebaliknya tingkat pengangguran meningkat. Pada 2024, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) 61,44 persen dan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) 3,67 persen.

Pada 2025, TPAK naik menjadi 64,32 persen dan TPT 4,57 persen. TPAK dan TPT paling rendah dalam kurun lima tahun terakhir, pada 2023. Masing-masing 59,63 persen dan 3,38 persen. 

Baca juga: Karyawan Kebun di Kuansing Bawa Kabur Uang Perusahaan: Sempat Ditabung di Bank

Baca juga: Sejumlah SPBU di Kota Pekanbaru Kehabisan Pasokan, Pertalite, Biosolar hingga Pertamax

Menurut Prayudho, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) naik stabil setiap tahunnya.

"Berarti, pembangunan dasar masyarakat Kabupaten Kampar berjalan konsisten," katanya.

Indeks Pemberdayaan Gender (IDG) juga meningkat setiap tahunnya.

Terutama di tahun 2024 terjadi lonjakan kenaikan yang menandakan peran perempuan dalam pengambilan keputusan, ekonomi, dan politik semakin kuat.

BPS memberi catatan di level pemberdayaan. Indeks Pembangunan Gender (IPG) sudah mencapai 90, sedangkan IDG masih sekitar 50. 

"Masih ada gap di level pemberdayaan. Kesetaraan akses sudah baik, namun kesetaraan partisipasi masih perlu ditingkatkan," ungkapnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved