Rabu, 13 Mei 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Berantas Narkoba di Riau

Lumpuhkan Bandar, Sempitkan Ruang

Tantangan narkoba di Riau memang membutuhkan penguatan langkah yang lebih menyeluruh dan berkesinambungan

Tayang:
Penulis: Alex | Editor: M Iqbal
ISTIMEWA
Assoc. Prof. Dr. Kasmanto Rinaldi, SH, M. Si, Kriminolog/Dosen Pascasarja FH UIR 

Assoc. Prof. Dr. Kasmanto Rinaldi, SH, M. Si, Kriminolog/Dosen Pascasarja FH UIR

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU -- Sebelumnya, kita patut memberikan apresiasi kepada Kapolda Riau beserta jajaran yang sejauh ini terus menunjukkan upaya dalam memerangi peredaran narkoba di Riau. Berbagai pengungkapan kasus dan penangkapan jaringan narkoba menunjukkan bahwa aparat penegak hukum tetap bekerja di tengah kompleksitas persoalan yang ada.

Namun demikian, tantangan narkoba di Riau memang membutuhkan penguatan langkah yang lebih menyeluruh dan berkesinambungan. Sebab, jaringan narkoba bekerja secara sistematis, memiliki modal besar, dan mampu beradaptasi dengan cepat terhadap pola penindakan aparat. Karena itu, upaya pemberantasan juga harus dilakukan dengan pendekatan yang lebih terstruktur dan berorientasi jangka panjang.


Menurut saya, perlu ada penguatan instruksi dan gerakan terpadu dari pimpinan kepolisian hingga ke seluruh jajaran di daerah untuk menjadikan pemberantasan narkoba sebagai gerakan bersama. Ketika seluruh Polres dan Polsek bergerak dengan ritme yang sama, maka tekanan terhadap jaringan narkoba akan terasa jauh lebih kuat.


Penanganan narkoba tidak akan efektif jika hanya fokus di wilayah tertentu saja. Jika hanya beberapa daerah yang bergerak serius sementara wilayah lain longgar, maka jaringan narkoba akan berpindah dan mencari ruang aman baru. Pola seperti ini membuat pemberantasan menjadi tidak maksimal.


Karena itu, pendekatan yang paling tepat adalah penindakan secara serentak dan masif. Bandar narkoba ibarat hama yang tidak cukup dibasmi di satu titik saja. Jika ditekan secara bersamaan di seluruh wilayah, ruang gerak mereka akan semakin sempit, distribusi terganggu, dan kemampuan mereka memperoleh keuntungan perlahan akan melemah.


Dalam teori kriminologi, jaringan kejahatan akan melemah ketika peluang memperoleh keuntungan berkurang dan risiko meningkat secara terus menerus. Ketika pengguna takut tertangkap, pengedar takut bergerak, dan bandar kesulitan mendistribusikan barang, maka rantai peredaran akan terganggu secara perlahan. Ini yang seharusnya dibangun dalam strategi pemberantasan narkoba di Riau.


Selain itu, konsistensi kebijakan juga sangat penting. Selama ini sering muncul kesan bahwa pergantian pimpinan diikuti dengan pergantian prioritas program. Akibatnya, pola penanganan yang sudah berjalan terkadang harus dimulai kembali dari awal. Padahal, perang terhadap narkoba membutuhkan kesinambungan strategi dan penguatan program yang berkelanjutan.


Evaluasi terhadap jajaran juga perlu dilakukan secara serius. Wilayah-wilayah yang dinilai lemah dalam penanganan narkoba harus menjadi perhatian khusus. Sebab, keberhasilan pemberantasan narkoba sangat bergantung pada soliditas gerakan di lapangan, bukan hanya kebijakan di tingkat pimpinan.


Kita juga tidak bisa menutup mata bahwa jaringan narkoba memiliki kemampuan membangun relasi dan pengaruh yang kuat. Dalam banyak kasus di Indonesia, para bandar mampu menjalin hubungan dengan oknum aparat maupun pihak tertentu demi melindungi bisnis mereka. Karena itu, integritas aparat menjadi faktor yang sangat menentukan dalam perang melawan narkoba.


Saya meyakini Kapolda Riau memiliki kapasitas dan potensi besar untuk memperkuat pemberantasan narkoba di daerah ini. Aparat penegak hukum sebenarnya telah memahami peta peredaran, jalur masuk, hingga pola jaringan yang bekerja di lapangan. Yang diperlukan sekarang adalah bagaimana menggerakkan seluruh kekuatan itu secara lebih solid, aktif, dan berani mengambil inisiatif.


Penanggulangan narkoba di Riau tidak cukup hanya dengan penangkapan sesaat atau operasi simbolik. Yang dibutuhkan adalah tekanan masif, konsisten, dan menyeluruh hingga bandar kehilangan ruang bergerak. Jika seluruh jajaran bergerak bersama, dilakukan evaluasi berkala, dan penegakan hukum dijalankan tanpa kompromi, maka bukan tidak mungkin jaringan narkoba di Riau dapat dilumpuhkan secara perlahan namun pasti. (Tribunpekanbaru.com/Alexander)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved