Minggu, 17 Mei 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Hewan Ternak Untuk Idul Adha

Perketat Pengawasan Hewan Kurban, DPKH Riau Libatkan Mahasiswa dan Tenaga Veteriner

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Riau mulai memperketat pengawasan hewan kurban menjelang Idul adha 2026.

Tayang:
Penulis: Syaiful Misgio | Editor: Muhammad Ridho
Tribun Pekanbaru
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Riau mulai memperketat pengawasan hewan kurban menjelang Idul adha 2026.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan hewan yang disembelih dalam kondisi sehat, cukup umur, dan aman dikonsumsi masyarakat.

Salah satu fokus utama pengawasan tahun ini adalah mencegah potensi penularan penyakit hewan sekaligus meningkatkan standar kebersihan saat proses penyembelihan di masjid maupun lokasi kurban lainnya.

Kepala Dinas PKH Riau, Mimi Yuliani Nazir mengatakan, petugas akan lebih aktif turun ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan sekaligus edukasi kepada panitia kurban.

“Petugas diminta datang lebih awal ke masjid agar sosialisasi terkait syarat umur hewan dan tata cara penyembelihan yang higienis bisa maksimal,” ujar Mimi, Jum'at (15/5/2026).

Selian itu, pihaknya juga menyiapkan dukungan logistik berupa alat pelindung diri (APD) dan desinfektan sebanyak 4 liter untuk setiap masjid yang menjadi lokasi pengawasan.

Bantuan tersebut mulai didistribusikan pada 18 Mei 2026.

Tak hanya melibatkan tenaga medis veteriner, pengawasan tahun ini turut diperkuat dengan keterlibatan 67 mahasiswa Program Studi Kedokteran Hewan Universitas Riau. Mereka akan membantu pemeriksaan kesehatan hewan kurban di berbagai daerah.

Baca juga: Hewan Kurban yang Masuk Kota Pekanbaru Harus Punya Dokumen Kesehatan dan Hasil Lab

Selain pemeriksaan kesehatan hewan, DPKH Riau juga menyoroti persoalan kebersihan dan pengelolaan limbah saat penyembelihan.

Petugas diminta memastikan pemisahan antara daging dan jeroan guna menjaga kualitas pangan.

“Penggunaan plastik di atas terpal juga diupayakan dikurangi. Daun pisang bisa menjadi alternatif yang lebih hemat dan ramah lingkungan,” kata Mimi.

Untuk mempermudah pemantauan di lapangan, seluruh petugas diwajibkan mengisi laporan pengawasan melalui sistem digital.

Data tersebut nantinya menjadi bahan evaluasi bersama pihak masjid dan tim pengawas.

"Kami berharap pengawasan yang lebih ketat tahun ini dapat membuat pelaksanaan kurban berjalan lebih aman, sehat, dan sesuai standar kesehatan masyarakat veteriner," katanya.

( Tribunpekanbaru.com / Syaiful Misgiono)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved