Minggu, 31 Mei 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Pedagang Tempe di Rohul Enggan Naikkan Harga

Pedagang di Pasar Tradisional Ujung Batu enggan menaikkan harga tempe di tengah gejolak ekonomi.

Tayang:
Penulis: Dian Maja Palti Siahaan | Editor: M Iqbal
Tribun Pekanbaru/Dian Maja Palti Siahaan
Tempe yang dijual di Pasar Tradisional Ujung Batu 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PASIR PENGARAIAN - Pedagang di Pasar Tradisional Ujung Batu enggan menaikkan harga tempe di tengah gejolak ekonomi. Padahal seharusnya, harga tempe sudah harus naik. 


"Harga tetap. Susah kalau menaikkan harga," kata seorang pedagang di Pasar Tradisional Ujung Batu, Sumiarti pada Tribunpekanbaru.com, Jumat (29/5/2026).


Tempat yang dijualnya berukurang sekitar 200 gram. Bila dijual, dihargai Rp 4.000 per. Beli tiga, harga Rp 10.000.


Sedangkan yang 800 gram, harga di jual Rp 8.000.


Sumiarti mengatakan terpaksa pihaknya menjual tempe sesuai harga biasa. Sebab bila dinaikkan, pembeli tidak akan banyak.


"Kalau dinaikan, takutnya ngak beli. Daya beli nurun nanti," ujarnya.


Ia mengatakan terpaksa keuntungan yang berkurang. Sehingga pembeli tetap datang.


Ia juga mengatakan berat tempe juga berkurang sedikit. Ini juga untuk mengakali agar pengrajin tidak merugi.


"Timbangan tempenya yang dikurangi. Kurang dikit kan," ujarnya sembari menimbang tempe.


Tempe sendiri berbahan kacang kedelai yang banyak diimpor dari luar negeri. Tentunya membuat harga bahan baku melambung disaat nilai tukar rupiah terhadap dolar terus melemah. (Tribunpekanbaru.com / Palti Siahaan)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved