Dokter Spesialis Menangis di RDP DPRD Siak, Bantah Pernyataan Plt Kadiskes
Seorang dokter spesialis tak kuasa menahan tangis usai mendengar pernyataan Plt Kepala Dinas Kesehatan Siak, Handry.
Penulis: Mayonal Putra | Editor: Muhammad Ridho
TRIBUNPEKANBARU.COM - Suasana Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara dokter spesialis dan Pemerintah Kabupaten Siak di DPRD Siak, Senin (30/3/2026), mendadak haru.
Seorang dokter spesialis tak kuasa menahan tangis usai mendengar pernyataan Plt Kepala Dinas Kesehatan Siak, Handry.
Dokter Adisti Adzlin, spesialis patologi klinik, tiba-tiba meminta waktu berbicara sesaat setelah forum RDP dinyatakan ditutup.
Ia merasa perlu menyampaikan bantahan atas pernyataan yang disampaikan Handry dalam rapat tersebut.
“Tidak enak kalau saya pendam, kejadian seperti ini karena Handry, semua tanggung jawabnya sebagai Plt Kepala Dinas,” kata Adisti dengan suara bergetar, sembari menangis.
Namun, upaya Adisti untuk menyampaikan pernyataannya tidak sepenuhnya berjalan. Forum yang telah ditutup membuat sebagian peserta tidak lagi memberikan perhatian penuh.
Di tengah situasi itu, rekan-rekan sejawatnya berusaha menenangkan Adisti.
Meski demikian, air matanya terus mengalir dan suasana ruangan semakin emosional.
Adisti sebagai dokter spesialis yang berasal dari Kabupaten Siak.
Ia mengaku telah lama mengabdi sejak menjadi dokter umum hingga melanjutkan pendidikan melalui beasiswa daerah.
Ia mengungkapkan kekecewaannya terhadap pernyataan yang disampaikan Plt Kadiskes, yang menurutnya terkesan menyudutkan dokter-dokter penerima beasiswa.
“Terus terang, Bapak Kadiskes adalah sahabat saya. Sahabat dalam susah maupun senang. Dulu selalu menyemangati, bahwa apa yang menjadi hak harus diperjuangkan. Tapi bahasanya sekarang seperti itu,” ungkapnya.
Baca juga: Dokter Spesialis Minta Kemudahan Mutasi, dr Esti: Jika Tak Lagi Dibutuhkan, Jangan Dipersulit
Baca juga: Plt Kadiskes dan Direktur RSUD Tengku Rafian Siak Emosi Saat RDP, Handry: Saya Ini Budak Siak
Baca juga: Ditantang Jadi Pengelola Keuangan, Dinna Devi Tantang Balik BKD Siak Jadi Dokter Spesialis
Menurut Adisti, pernyataan tersebut seolah menggambarkan bahwa dirinya dan dokter lain yang dibiayai beasiswa tidak memiliki kepedulian terhadap Kabupaten Siak.
“Seakan-akan kami tidak menyayangi Kabupaten Siak. Bukan begitu,” tegasnya.
Suasana sempat diwarnai protes dari sejumlah peserta RDP saat Adisti menyampaikan pernyataannya. Ia pun mempertanyakan apakah persoalan yang muncul telah bergeser menjadi masalah pribadi.
“Ini ada masalah pribadi ya, Pak? Kalau saya sendiri, tidak ada masalah pribadi, kita harus berjuang,” katanya.
RDP yang berlangsung emosional itu menjadi gambaran memanasnya polemik antara dokter spesialis dan Pemkab Siak, yang hingga kini belum menemukan titik temu.
(Tribunpekanbaru.com/mayonal putra)
| Pemkab Siak Klaim UMKM Lokal Dilibatkan Pada Proyek Seragam Gratis, DPRD Sebut Dikerjakan Pihak Luar |
|
|---|
| 16 Tahun Menunggu, Warga Balai Kayang Siak Akhirnya Kantongi Sertifikat Tanah |
|
|---|
| Syamsuar Prihatin Tepian Bandar Sungai Jantan Sepi, Hilangnya Event Budaya Picu Turunnya Wisata Siak |
|
|---|
| Pencurian N-Max di Siak Terjadi di Enam TKP, Motor Curian Dipasarkan di Pekanbaru |
|
|---|
| Inilah Daftar Destinasi Wisata di Siak Aktif Beroperasi, Dari Istana, Taman hingga Sky Walk |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/Dokter-Adisti-Adzlin-menangis-di-akhir-RDP-dengan-DPRD-Siak-dan-Pemkab-Siak.jpg)