TribunPekanbaru/

Biaya Pijat Hingga Rp 2.4 Juta, Ini Negara Asal Terapis di Hotel Alexis

Hal tersebut diakui salah satu pelanggan Alexis yang enggan disebut namanya.

Biaya Pijat Hingga Rp 2.4 Juta, Ini Negara Asal Terapis di Hotel Alexis
Warta Kota/Alex Suban
Inilah Hotel Alexis di Jalan RE Martadinata No 1, Ancol, Jakarta Utara, Rabu (24/2/2016). Nama hotel ini ramai diperbincangkan setelah kawasan Kalijodo ditertibkan. (Warta Kota/alex suban) 

TRIBUNPEKANBARU.COM- Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok pernah menyebut lantai 7 hotel Alexis sebagai surga dunia.

"Di hotel-hotel ada enggak prostitusi? Ada. Prostitusi artis di mana? Di hotel. Di Alexis itu, lantai 7 surga dunia lho. Di Alexis, surga bukan di telapak kaki ibu, tetapi di lantai 7," kata Basuki, Selasa (16/2/2016) seperti dikutip Kompas.com.

Hal tersebut diakui salah satu pelanggan Alexis yang enggan disebut namanya.

Baca: Masih Ingat Si Putri Tidur Echa? Ini Kabar Gembira dari Perempuan yang Bisa Tidur Hingga 13 Hari

Baca: Kordias Ungkap Penyebab Pertengkarannya dengan Suhardiman Amby di Bandara

Menurutnya, para terapis di Alexis berasal dari mancanegara.

"Memang benar, terapis (pemijat) nya dari berbagai negara di dunia, ada Vietnam, Thailand, Uzbekistan, Rusia, hingga China," ujarnya, Senin (30/10/2017).

Menurutnya, biaya pijat dengan terapis impor tersebut juga berbeda dengan terapis lokal Indonesia.

"Kalau lokal Rp 1,4 juta, kalau yang impor, Rp 2,4 juta, jadi selisih Rp 1 juta," ujarnya lagi.

Baca: Pria Ini Nyaris Tewas di Hari Pernikahannya, Diikat Dipohon Disemprot Cairan Putih, Ini yang Terjadi

Baca: Berlangsung Nasional, Napak Tilas Rute Perjuangan PDRI Diikuti 33 Provinsi

Seperti diketahui, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Pemprov DKI (PTSP) tak memperpanjang izin usaha Hotel Alexis.

Surat permohonan tanda daftar usaha pariwisata (TDUP) yang diajukan PT Grand Ancol Hotel (pengelola Alexis), tak dapat diproses PTSP berdasarkan surat pada 27 Oktober 2017.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP DKI Jakarta, Edy Junaedi menandatangani surat tersebut. (*)

Editor: Afrizal
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help