TribunPekanbaru/

Divonis 1,5 Tahun Penjara, Buni Yani Ajukan Banding, Bahkan Siap Mati

Majelis hakim menjatuhkan vonis 1 tahun 6 bulan penjara dalam sidang putusan di Gedung Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispusip)

Divonis 1,5 Tahun Penjara, Buni Yani Ajukan Banding, Bahkan Siap Mati
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Terlapor kasus dugaan pengeditan video Ahok, Buni Yani 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Theofilus Richard

TRIBUNPEKANBARU.COM - Buni Yani kecewa. Majelis hakim menjatuhkan vonis 1 tahun 6 bulan penjara dalam sidang putusan di Gedung Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispusip), Jalan Seram, Kota Bandung, Selasa (14/11/2017).

"Semua fakta persidangan yang meringankan saya tidak digunakan. Kita berjuang, kita akan banding. Allahu akbar!" seru Buni Yani seusai sidang di hadapan pendukungnya.

Seruan ini disambut dengan teriakan takbir dari massa pendukungnya yang tetap semangat di bawah guyuran hujan.

Dalam orasi, Buni Yani juga berseru siap mati karena merasa tidak melakukan kesalahan.

"Saya tahu saya tidak punya salah apa-apa, makanya saya siap mati," lanjutnya.

Ia mengatakan vonisnya adalah bentuk kriminalisasi. Karena itu, ia berencan mengajukan banding.

Namun, dalam putusannya, hakim menilai perbuatan Buni Yanidinilai memenuhi unsur pasal 32 ayat 1 dan pasal 28 ayat 2 UU ITE melakukan ujaran kebencian serta mengedit isi video pidato Ahok.

Sementara, hal yang memberatkan menurut hakim adalah perbuatan Buni Yani telah menimbulkan keresahan. Ia juga tak mengakui kesalahannya.

Sedangkan, hal yang meringankan karena Buni Yani belum pernah dihukum dan punya tanggungan keluarga.

Vonis ini lebih ringan dari tuntutan jaksa.

Pada sidang 3 Oktober lalu di tempat yang sama, Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang dipimpin Andi M Taufik menuntut Buni Yanidengan 2 tahun penjara dan denda Rp 100 juta subsider tiga bulan.

Editor: Muhammad Ridho
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help