Suami Berteriak di Ruang Persalinan Agar Anaknya Tak Dilahirkan, Dokter Syok dengar Alasannya

Karena kontraksi rahim tidak kuat, dokter menyarankan agar proses persalinan dilakukan secara induksi, karena air ketuban sudah pecah.

Suami Berteriak di Ruang Persalinan Agar Anaknya Tak Dilahirkan, Dokter Syok dengar Alasannya
ilustrasi melahirkan 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Kata orang wanita hamil adalah wanita yang paling cantik dan penuh kasih.

Karena wanita hamil akan segera menjadi seorang ibu yang akan memancarkan pesona keibuannya.

Sama seperti yang dialami wanita dalam kisah berikut ini.

Setelah menikah, Dena tetap saja terlihat seperti orang yang sedang kasmaran, sang suami selalu memanjakannya.

Enam bulan setelah menikah, Dena pun hamil, dan suaminya selain waktu kerja, selebihnya ia habiskan untuk menemani Dena isterinya.

Membawanya jalan-jalan dan menyediakan makanan yang lezat untuknya.

Sepanjang masa kehamilan berlalu dengan lancar, namun setiap pemeriksaan kehamilan, suami Dena selalu menemaninya meski dengan risiko gaji dipotong.

Ini karena anak yang dikandung Dena adalah anak mereka berdua, jadi dia harus selalu menemaninya, kata sang suami yang sangat menyayangi Isterinya.

Seiring dengan perut Dena yang semakin besar, dan waktu kelahiran juga semakin dekat, Dena dan Deny suaminya menanti dengan harap-harap cemas dan terlihat tegang.

Suatu pagi, Dena melihat air ketubannya pecah saat bangun tidur, ia pun berteriak memanggil suaminya yang segera membawanya ke rumah sakit.

Halaman
1234
Editor: Muhammad Ridho
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help