Mengapa Hiu Gergaji yang Langka Bisa Tersesat di Perairan Meranti? Ini Penjelasan PSDKP

PSDKP jelaskan mengapa hiu gergaji yang langka tersebut bisa tersesat hingga di perairan Kabupaten Kepulauan Meranti.

Penulis: Guruh Budi Wibowo | Editor: Ariestia
Istimewa
Hiu gergaji yang terperangkap di jaring nelayan menjadi tontonan warga Desa Tanjung Peranap, Kecamatan Tebingtinggi Barat, Kepulauan Meranti. 

Laporan Reporter Tribun Pekanbaru, Guruh BW

TRIBUNPEKANBARU.COM, SELATPANJANG - Pengawas Sumber Daya Kelautan (PSDKP) Wilker Kabupaten Kepulauan Meranti, M Qarafi, menjelaskan fenomena terjeratnya Hiu Gergaji oleh jaring nelayan di perairan Kabupaten Kepulauan Meranti pada Jumat (19/1/2018) sore di perairan Selat Merbau kemarin lantaran dipengaruhi oleh ombak kuat yang terjadi sebulan belakangan ini.

"Ini mungkin karena pengaruh ombak kuat yang disebabkan angin utara, sebab itu hiu itu tersesat hingga di perairan Kepulauan Meranti. Kemungkinan asalnya dari perairan Siak," ujar Qarafi, Minggu (21/1/2018).

Sebenarnya kata Qarafi, Hiu Gergaji merupakan jenis ikan yang dilindungi lantaran langka dan terancam punah.

"Namun kurangnya pengetahuan nelayan di Meranti, daging hiu sepanjang 5 meter tersebut dibagikan gratis oleh nelayan yang menangkapnya ke sejumlah warga Desa Tanjung Peranap, Kecamatan Tebingtinggi Barat. Total berat hiu mencapai 600 kilogram," ujarnya.

Lagipula, kata Qarafi hiu tersebut diketahui nelayan Desa Tanjung Peranap sudah mati di dalam jaringnya.

Ia menjelaskan, hiu gergaji mampu tumbuh mencapai 6 meter.

Mulutnya yang bergerigi tajam mirip gergaji dianggap sebagian nelayan sebagai hewan buas.

"Padahal hiu ini tidak tergolong dalam ikan buas, seperi hiu jenis lainnya," ujar Qarafi. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved