Joko Mengawali dari Jualan Bakso Tusuk Jajanan SD

Berjualan bakso itu sangat menyenangkan karena bisa menjalin hubungan baik dengan para pelanggan.

Joko Mengawali dari Jualan Bakso Tusuk Jajanan SD
Tribupekanbaru/syahrul
Joko Susanto berfoto bersama keluarganya serta pengurus Paguyuban Masyarakat Solo Riau (Pamor) di warung bakso Boom Resti miliknya di Jalan Belimbing Kota Pekanbaru. 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Syahrul Ramadhan

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Usia muda bukan berarti tak bisa menjadi pengusaha.

Joko Susanto (36) misalnya, lelaki yang masuk ke Pekanbaru pada 2007 silam ini tergolong sukses sebagai pengusaha bakso di Kota Bertuah.

"Awalnya, saya ikut Bulek saya jualan bakso tusuk jajanan SD. Pada 2008, saya ikut sepupu jadi karyawan warung bakso di daerah Taman Karya, Panam," ungkap Joko kepada Tribunpekanbaru.com.

Pada 2008 pula, Joko memutuskan untuk membuka usaha warung bakso sendiri di bilangan Jalan Belimbing Kota Pekanbaru dengan nama Bakso Boom Restu.

Baca: Warung Bakso Joyo Riski, Mulai dengan Buat Gerobak Sendiri

Baca: Baru Lulus SD Bocah Ini Jadi Tukang Bakso Keliling, Videonya Lagi Usap Keringat Bikin Sedih

"Alhamdulillah, dari warung kayu akhirnya saya bisa memiliki tempat sendiri pada 2014," papar Joko.

Pada masa awal usahanya tersebut, Joko bisa menjual bakso hingga 1.000 mangkok dalam sehari

Baginya, dengan berjualan bakso itu sangat menyenangkan bagi dirinya sendiri karena bisa menjalin hubungan baik dengan para pelanggan.

"Saya senang bisa berjualan bakso, sebab saya bisa bertemu dengan banyak orang. Bahkan, beberapa pelanggan saya yang sudah sangat akrab sampai turut mengundang jika ada hajatan," paparnya.

"Hal itu membuat saya sangat senang dan termotivasi untuk menjaga usaha saya dengan baik," pungkasnya. (*)

Penulis: Syahrul
Editor: Afrizal
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help