Indragiri Hilir

Mediasi Kelompok Masyarakat dengan PT BPLP, Warga Kembali Keluhkan Hama Kumbang

Afrizal yang memimpin mediasi menilai, hasil kesepakatan antara kedua pihak merupakan langkah terbaik mengatasi perselisihan.

Mediasi Kelompok Masyarakat dengan PT BPLP, Warga Kembali Keluhkan Hama Kumbang
Tribupekanbaru/T.Muhammadfadhli
Penandatanganan hasil mediasi perselisihan antara PT Bumi Palma Lestari Persada (BPLP) dengan kelompok masyarakat Desa Seberang Sanglar, Kecamatan Reteh yang difasilitasi oleh Pemkab Inhil di Aula lantai V Kantor Bupati Kabupaten Inhil, Tembilahan, Rabu (28/3/2018) siang. 

Laporan Wartawan Tribuntembilahan com, T. Muhammad Fadhli.

TRIBUNTEMBILAHAN.COM, TEMBILAHAN– Pemerintah Kabupatren (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) mediasi perselisihan antara PT Bumi Palma Lestari Persada (BPLP) dengan kelompok masyarakat Desa Seberang Sanglar, Kecamatan Reteh di Aula lantai V Kantor Bupati Kabupaten Inhil, Tembilahan, Rabu (28/3/2018) siang.

Dalam mediasi yang telah dilakukan untuk kesekian kalinya ini, masyarakat Desa Seberang Sanglar kembali menyampaikan keluhan perihal hama kumbang yang mengakibatkan kerusakan lahan perkebunan kelapa oleh PT BPLP yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit.

Kerusakan lahan akibat hama yang menimpa masyarakat, berdasarkan tim ahli yang telah diturunkan oleh Pemkab Inhil, disebabkan tindakan replanting kelapa sawit oleh pihak perusahaan.

Baca: PN Tembilahan Canangkan Pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi 

Baca: Keluarga di Tanah Air Panik, 84 Jemaah Umrah Sumatera Barat Terlantar di Mekkah Berharap pada KJRI  

Asisten II Sekretariat Daerah Kabupaten Inhil, Afrizal yang memimpin mediasi menilai, hasil kesepakatan antara kedua pihak merupakan langkah terbaik mengatasi perselisihan.

“Pihak Pemerintah Kabupaten Inhil selaku tim mediasi dianggap telah berhasil menangani perselisihan sebelum meluas,” ujar Afrizal pada tribuntembilahan.com

Berdasarkan hasil mediasi, Afrizal menjelaskan, kelompok masyarakat Desa Seberang Sanglar sepakat untuk menerima program rehabilitasi lahan pekebunan kelapa yang rusak dari PT BPLP.

“Program rehabilitasi berupa tanggul untuk mengatasi air sungai yang masuk juga bibit kelapa. Ada pula bibit pinang dan jagung yang akan dibantu serta ditanamkan perusahaan. Batang kelapa yang mati ditebang agar tidak menjadi tempat berkembang biaknya hama kumbang,” tandas Afrizal.(*)

Penulis: T. Muhammad Fadhli
Editor: Afrizal
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help