Bengkalis

Majelis Hakim Terkejut Pak Bos Bisa Pakai HP di Sidang Lanjutan Penyeludupan Sabu Lapas Bengkalis

Pengadilan Negeri Bengkalis kembali melanjutkan sidang penyeludupan narkotika jenis sabu di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Bengkalis

Majelis Hakim Terkejut Pak Bos Bisa Pakai HP di Sidang Lanjutan Penyeludupan Sabu Lapas Bengkalis
Tribunpekanbaru/ M Natsir
Shinta di perlihatkan Majelis Hakim Barang Bukti yang di sita petugas 

Laporan Wartawan Tribunbengkalis.com Muhammad Natsir

TRIBUNBENGKALIS.COM, BENGKALIS - Pengadilan Negeri Bengkalis kembali melanjutkan sidang penyeludupan narkotika jenis sabu di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Bengkalis oleh Wanita Cantik bernama Refina Shinta (25) yang diduga ditujukan untuk Eri Kusnadi alias Eri Jack bandar narkoba 40 kilogram yang di vonis hukuman mati pengadilan Negeri Bengkalis tahun lalu. Sidang kali ini merupakan sidang mendengarkan keterangan saksi, Kamis (5/4) Siang.

Dalam sidang mendengarkan keterangan saksi ini, Jaksan Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Bengkalis menghadirkan saksi dari penyidik Kepolisian yang menangani kasus ini. Dua orang personil polisi dihadirkan untuk memberikan keterangan.

Sidang yang dipimpin langsung ketua Majelis Hakim Sutarno dan di dampingi dua hakim anggota yakni hakim Zia Ul Jannah dan hakim Aulia Fathma Widhola mengali keterangan terkait kepemilikan sabu yang diamankan oleh pihak Kepolisian. Berdasarkan keterangan saksi dari pihak penyidik kepolisian barang bukti sabu diamankan di dua lokasi.

Barang bukti pertama diamankan di pakaian yang dibawa Shinta untuk Eri Jack ke Lapas Bengkalis. Barang bukti sabu tersebut pertama kali diketahui oleh petugas Lapas Bengkalis saat melakukan pemeriksaan barang bawaan Shinta.

Kemudian barang bukti selanjutnya diamankan pihak Kepolisian saat melakukan pengeledahan rumah kontrakan Shinta, sabu ditemukan di dalam sepatu milik Shinta yang di simpan di lemari. Lemari tersebut berada di dalam kamar rekannya yakni Selfie yang juga menjadi terdakwa dalam kasus ini.

Dari keterangan Saksi pihak Kepolisian ini Shinta mengakui kepemilikan sabu yang di bawanya ke dalam Lapas. Namun terkait sabu yang diamankan di dalam sepatunya Shinta mengaku tidak mengetahuinya.

Sementara itu rekan Shinta yang menyimpan lemari tersebut di dalam kamarnya juga mengaku tidak mengetahui barang haram itu berada di dalam sepatu di lemari Shinta yang berada di kamarnya.

"Memang lemari itu awalnya berada dikamar Shinta. Namun setelah pengeledahan awal dilakukan, saya ditelpon pak bos untuk memindahkan lemari tersebut ke kamar saya," ungkap Selfie.

Pak bos yang dimaksud selfie ini adalah Eri Jack. Hal ini terungkap saat hakim mempertanyakan siapa pak bos yang di maksud.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Natsir
Editor: Muhammad Ridho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help