Bukan Daging Biasa Bakso Igooo Hadir dengan Sajian Tulang Iga Sapi

Mencoba masak sendiri, Ismu kemudian memberanikan diri membuat sebuah restauran masakan khas Jawa di Pekanbaru.

Bukan Daging Biasa Bakso Igooo Hadir dengan Sajian Tulang Iga Sapi
Tribunpekanbaru/syahrul
Ismu Widodo beserta karyawan Bakso Igooo dan pengurus Pamor saat berfoto di warungnya di Jalan Durian Pekanbaru. 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Syahrul Hambali

Tribunpekanbaru.com, PEKANBARU- Sebagai orang Jawa yang merantau jauh, Ismu Widodo sering merasa rindu dengan ragam kuliner kampung halaman.

Perasaan rindu itu kemudian membuat Ismu nekat membuka usaha kuliner masakan khas Jawa di Pekanbaru.

Salah satunya adalah bakso.

"Kebetulan, saya suka main tenis dan kawan-kawan selalu singgah ke rumah sehabis permainan. Pada saat tersebut, biasanya saya suka masak masakan Jawa untuk disapntap ramai-ramai. Maklumlah, untuk mencari masakan Jawa yang sesuai selera di Pekanbaru itu susah, jadi saya lebih memilih masak sendiri," ungkap Ismu pada tribunpekanbaru.com

Dari mencoba masak sendiri, Ismu kemudian memberanikan diri membuat sebuah restauran masakan khas Jawa di Pekanbaru.

Baca: Tokoh Muda Dominasi Hasil Muscab PAC Demokrat Riau, Inilah Nama-nama yang Terpilih

Baca: Sempat Ditabrak Saat Dorong Gerobak Jadi Pengalaman tak Terlupakan Ahmad Rianto dalam Usaha Bakso

Namun, khusus untuk kuliner bakso, Ismu mulai buka usaha pada 2017 silam dengan nama Bakso Igooo.

"Seperti pedagang bakso kebanyakanlah, saya juga mulai dengan mendorong selama dua tahun. Baru kemudian pada 2017 saya gabungkan Bakso Igooo dengan restauran Mbah Minah punya saya di Arifin Ahmad dan di Jalan Durian," jelasnya.

Dalam sehari, Ismu bisa menjual hingga 5 kilogram lima kilogram bakso.

Menariknya, menu andalan dari Bakso Igooo adalah sajian bakso dengan tulang iga sapi.

Ismu bercerita, baksonya diberi nama Bakso Igooo dengan filosofi yang sangat sederhana sekali.

"Pertama, igo itu kalau dalam bahasa Jawa artinya tulang Iga (rusuk, red). Sedangkan huruf 'O' saya tambahkan tiga buah sebagai simbol penthol (bakso kecil, red). Jadi mudah diingat oleh siapapun yang singgah," tandasnya, tribunpekanbaru.com. (*)

Penulis: Syahrul
Editor: Afrizal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved