Perda Sudah Ada Tapi Produk UMKM Lokal Masih Minim Masuk Waralaba

sesuai amanat Perda No 9 Tahun 2014 Kota Pekanbaru, mininal 20 persen produk UMKM harus masuk dan dipasarkan ke swalayan dan sejenisnya.

Perda Sudah Ada Tapi Produk UMKM Lokal Masih Minim Masuk Waralaba
TRIBUNNEWS.COM/HERUDIN
ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Syafruddin Mirohi

Tribunpekanbaru.com, PEKANBARU- Produk UMKM lokal yang digadang-gadangkan bisa dipasarkan di ritel waralaba, ternyata tidak berjalan sesuai harapan.

Padahal, kalangan dewan sudah berkali-kali mengingatkan, agar semua produk UMKM lokal, harus diakomodir ritel waralaba.

Apalagi jumlah ritel di Kota Pekanbaru saat ini, sudah mencapai ratusan gerai.

Anggota DPRD Pekanbaru Yusrizal SH sangat menyesalkan hal tersebut.

Baca: Makin Meresahkan, Oknum Pemungut Retribusi Sampah Masih Beraksi, Warga Disodori Surat Ini

Baca: Ingat Penyeludupan 70 Trenggiling oleh Oknum Polisi yang Ditangkap di Jalintim, Begini Kabar Terbaru

Seharusnya persoalan ini sejak lama bisa diatasi pemerintah.

Namun karena tidak tegasnya pemerintah, ritel seenaknya menjual produk dengan brand-nya sendiri.

"Persoalan ini harus dievaluasi lah. Jangan dibiarkan berlarut-larut. Perda-nya sudah kita sahkan, namun tidak dijalankan. Tentu hal ini sangat kita sayangkan," tegas Yusrizal menjawab Tribunpekanbaru.com, Jumat (13/4/2018).

Halaman
12
Penulis: Syafruddin Mirohi
Editor: Afrizal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved