Sebut Sejumlah Dugaan Korupsi di Rohul, Belasan Mahasiswa Datangi Mapolda Riau

Belasan mahasiswa yang tergabung dalam FORMAK-Provinsi Riau melakukan unjuk rasa di depan kantor Mapolda Riau Senin (23/4/2018).

Penulis: Teddy Tarigan | Editor: Ariestia
Tribun Pekanbaru.com/Teddy Tarigan
Belasan mahasiswa yang tergabung dalam Forum Mahasiswa Riau Anti Korupsi (FORMAK- Provinsi Riau) melakukan unjuk rasa di depan kantor Mapolda Riau Senin (23/4/2018). 

Laporan wartawan Tribun Pekanbaru Teddy Tarigan

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Belasan mahasiswa yang tergabung dalam Forum Mahasiswa Riau Anti Korupsi (FORMAK- Provinsi Riau) melakukan unjuk rasa di depan kantor Mapolda Riau Senin (23/4/2018).

Masa mengklaim bahwa ada sejumlah kasus korupsi yang saat ini terjadi di Kapubaten Rokan Hulu.

"Kami meminta kepada KPK RI, Kapolda Riau, Kejati Riau agar melakukan pemeriksaan dan pemanggilan kepala dinas pengelola dan keuangan aset kabupaten Rokan Hulu bapak Jaharudin atas dugaan tindak pidana korupsi Mark up anggaran penyedia alat tulis kantor tahun 2014 sampai 2016," ujar Raffi Fernando Korlap aksi.

Dua juga menilai Mark up anggaran juga terjadi pada anggaran program peningkatan dan pengembangan pengelola keuangan daerah tahun 2014 dengan jumlah lebih dari 9 miliar.

Baca: Sempat Tertunda dan Tuai Kontroversi, Pelajar SMP Itu Akhirnya Sah Menikah, Segini Maharnya

Mereka juga meminta agar dilakukan pemeriksaan dan pemanggilan kepada Abdul Halim selaku mantan ketua KONI Rohul yang diduga telah melakukan tindak pidana korupsi dana hibah KONI tahun 2015 sebesar Rp 541.933.000 serta pagar SMA negeri 2 Rambah yang dikerjakan.

Selain itu mereka juga meminta agar melakukan pemeriksaan dan pemanggilan kepada mantan direktur RSUD Rokan Hulu Faisal Harahap yang diduga telah melakukan tindak pidana korupsi anggaran alat kesehatan dan obat-obatan.

"Serta diduga ikut terlibat dalam Mark up anggaran pembangunan RSUD Rokan Hulu yang merugikan negara milyaranbrupish serta adanya dugaan kasus penyuapan atau pungli pada penerimaan karyawan di RSUD Rokan Hulu sehingga siapapun yang mau bekerja harus membayar terlebih dahulu," ujarnya.

Baca: Mbah Mijan Ungkap Kekhawatiran Tentang Ruben Onsu, Netter Panik, Ada Apa?

Setelah menyerahkan pernyataan sikap kepada kepolisian masa akhirnya bubar.

"Kami minta tolong periksa oknum yang kami sampaikan dan kami akan tetap mengawal kasus ini sampai selesai." Tutup Raffi.(Ted)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved