Ramadan 1439 H

Ini Dia Cara Sambut Ramadan Menurut Syekh Abdul Qadir Al-Jailani

Persiapan ini diharapkan dapat membimbing seseorang di dalam adab menyongsong Ramadan.

Penulis: harismanto | Editor: harismanto
foto/net
Marhaban ya Ramadhan ok 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Bulan Ramadan sudah di depan mata. Puasa Ramadhan diwajibkan setiap satu tahun sekali bagi umat islam yang telah akil baligh.

Beragam cara dilakukan umat Islam dalam menyambut bulan suci Ramadan. Ada yang mengunjungi orangtua, ziarah dan lainnya.

Syekh Abdul Qadir Al-Jailani menyarankan sejumlah hal dalam menyambut Ramadan.

Pada bulan Sya’ban, Syekh Abdul Qadir menyarankan umat Islam untuk memperbanyak shalawat nabi.

Baca: Bolehkah Berpuasa Lagi di Antara Nisfu Syaban dan Ramadan? Ini Penjelasan Ustadz Abdul Somad

Pasalnya, Sya’ban adalah bulan Rasulullah SAW.

Umat Islam, seperti dikutip Tribunpekanbaru.com dari laman NU Online, seyogianya bertawasul melalui Rasulullah SAW agar Allah membersihkan batinnya dari pelbagai penyakit, yaitu riya, ujub, takabbur, dengki, dan lain sebagainya.

Sedangkan dalam menyongsong bulan Ramadan, Syekh Abdul Qadir menganjurkan umat Islam untuk meninggalkan segala perbuatan dosa dan segara melakukan tobat kepada Allah sebagai keterangan berikut ini:

“Rasulullah bersabda, ‘Siapa saja yang bershalawat sekali untukku, maka Allah akan bershalawat untuknya sepuluh kali.’ Oleh karena itu, seorang Mukmin yang pandai tidak abai pada bulan ini (Sya’ban). Bahkan ia harus mempersiapkan diri pada bulan ini untuk menyambut bulan Ramadan dengan bersuci dari dosa dan bertobat atas kebaikan yang luput pada hari-hari yang lewat. Ia seyogianya tunduk kepada Allah di bulan Sya’ban dan bertawasul melalui Rasulullah, pemilik bulan Sya’ban sehingga ia dapat memperbaiki kerusakan batinnya dan mengobati sakit secara rohani tanpa menunda dan menangguhkan sampai besok,” (Lihat Syekh Abdul Qadir Al-Jailani, Al-Ghuniyah, [Beirut, Daru Ihyait Turats Al-Arabi: 1996 M/1416 H], cetakan pertama, juz I, halaman 246).

Baca: Resep Rasulullah SAW untuk Menjadi Kaya

Syekh Abdul Qadir menganjurkan pertobatan dan peribadatan segera tanpa menunda-nunda. Ia menyarankan agar umat Islam segera mengisi waktunya dengan kebaikan.

Pasalnya, tidak ada jaminan panjang usia sampai esok hari.

“Hari-hari hanya tiga. Kemarin adalah waktu yang sudah selesai. Hari ini adalah waktu beramal. Esok adalah angan-angan. Kau tidak tahu apakah kau akan mengalami esok hari atau tidak? Kemarin adalah nasihat. Hari ini adalah ghanimah (amal kebaikan). Besok adalah pertaruhan,” (Lihat Syekh Abdul Qadir Al-Jailani, Al-Ghuniyah, [Beirut, Daru Ihyait Turats Al-Arabi: 1996 M/1416 H], cetakan pertama, juz I, halaman 246).

Demikian persiapan yang dianjurkan oleh Syekh Abdul Qadir dalam menyambut bulan Ramadan.

Baca: 5 Keutamaan di Bulan Ramadan

Persiapan ini diharapkan dapat membimbing seseorang di dalam adab menyongsong Ramadan. Wallahu a‘lam. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved