Mapolda Riau Diserang

Pelaku Usaha dan Wisata Ungkap Efek Aksi Teror di Mapolda Riau Bagi Ekonomi dan Investasi Riau

Dikatakan apabila dunia usaha kehilangan rasa aman tentu akan berpengaruh terhadap produktivitas perusahaan.

Pelaku Usaha dan Wisata Ungkap Efek Aksi Teror di Mapolda Riau Bagi Ekonomi dan Investasi Riau
Tribun Pekanbaru/Theo Rizky
Tim gegana Polda Riau memeriksa mobil terduga teroris di samping Polda Riau Jalan Gajah Mada, Pekanbaru, Rabu (16/5/2018). Setelah dilakukan penggeledahan tidak ditemukan bom di mobil tersebut. Sebelumnya mobil tersebut menerobos masuk Polda Riau. Dari mobil tersebut sejumlah terduga teroris keluar dan membacok seorang polisi dengan samurai. Dari kejadian itu, empat terduga teroris tewas, satu polisi tewas, satu polisi luka dan dua wartawan luka akibat ditabrak mobil tersebut. (TRIBUN PEKANBARU/THEO RIZKY). 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Ikhwanul Rubby

Tribunpekanbaru.com, PEKANBARU- Para pelaku usaha dan penggiat wisata mengecam aksi teror yang diduga dilakukan oleh teroris di Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Riau, Rabu (16/5/0218) pagi.

Aksi teror yang diduga teroris dianggap akan membuat pertumbuhan ekonomi dan investasi terganggu.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia perwakilan Riau, Wijatmiko berpendapat penyerangan yang dilakukan oleh orang yang diduga teroris ini akan mampu membuat stigma ke masyarakat luas bahwa Provinsi Riau tidak aman.

Dikatakan apabila dunia usaha kehilangan rasa aman tentu akan berpengaruh terhadap produktivitas perusahaan.

"Ini tentunya akan memberikan dampak buruk bagi berbagai sektor bisnis dan usaha serta perekonomian," katanya.

Baca: Gara-gara Aksi Teroris di Indonesia, 14 Negara Keluarkan Travel Advice ke Indonesia

Baca: Pascateror Mapolda Riau, Rapat Membahas Balimau Kasai Berlanjut ke Kantor Bupati Kampar

Baca: Kena Sabetan Pedang di Belakang Kepala, Kompol Farid Abdullah Terhuyung, Begini Kondisinya

Baca: Ini Identitas 4 Terduga Teroris yang yang Tewas Setelah Serang Mapolda Riau

Ia menyayangkan, bahkan mengutuk aksi teror yang terjadi.

"Atas kejadian ini, oleh sebab itu kami mendesak kepolisian agar segera mengusut, membongkar dan menghukum berat jaringan bom tersebut sampai ke jaringan mereka yg terkecil," katanya.

Ia mengatakan penuntasan ini penting sehingga dunia usaha merasa aman dan industri tetap berjalan sebagaimana biasa.

Ketua Association of Indonesia Tour and Travel Agencies (Asita) wilayah Riau, Dede Firmansyah berpendapat aksi teror yang terjadi akan berdampak buruk bagi perkembangan pariwisata bahkan upaya travel agen menarik wisatawan.

Kondisi aman dan kondusif merupakan salah satu penentu dari upaya menarik wisatawan berkunjung.

Kejadian teror ini bisa menjadi tambahan pekerjaan rumah bagi para pelaku usaha dan penggiat wisata untuk mampu meyakinkan pengunjung bahwa daerah Riau aman.

Namun demikian kita tetap optimis dan terus berupaya sekuat tenaga untuk menjaga citra wisata Indonesia, khususnya Riau aman bagi para wisatawan.(*)

Penulis: Ikhwanul Rubby
Editor: Afrizal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help