Sempat Dibekukan,Jokowi Setujui Komando Operasi Khusus Gabungan TNI Aktif Lagi,Ini Tugasnya

Komando Operasi Khusus Gabungan ( Koopsusgab) TNI kembali diaktifkan oleh Presiden Joko Widodo.

Sempat Dibekukan,Jokowi Setujui Komando Operasi Khusus Gabungan TNI Aktif Lagi,Ini Tugasnya
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Moeldoko 

TRIBUNPEKANBARU.COM -  Komando Operasi Khusus Gabungan ( Koopsusgab) TNI kembali diaktifkan oleh Presiden Joko Widodo.

Koopsusgab merupakan gabungan personel TNI dari seluruh satuan elite yang ada di TNI, baik matra darat, laut, maupun udara.

Pertama kali, Koopsusgab dibentuk saat Moeldoko menjabat sebagai Panglima TNI pada Juni 2015. Namun, beberapa waktu kemudian dibekukan.

"Untuk Komando Operasi Khusus Gabungan TNI, sudah direstui oleh Pak Presiden dan diresmikan kembali oleh Panglima TNI (Marsekal Hadi Tjahjanto)," ujar Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) saat dijumpai di Kompleks Istana Presiden, Jakarta, Rabu (16/5/2018).

Lantas, apa tugas dari Koopsusgab tersebut?

Moeldoko menjelaskan, secara umum, tugas Koopsusgab TNI adalah membantu Polri melaksanakan tugas pemberantasan terorisme.

Namun, lantaran revisi Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme belum disahkan oleh DPR, perbantuan Koopsusgab terhadap Polri saat ini belum maksimal.

Moeldoko tidak menjelaskan secara rinci bagaimana bantuan Koopsusgab kepada Polri sebelum revisi UU Antiterorisme disahkan.

Baca: Sisi Lain Ipda Auzar yang Tewas Saat Mapolda Riau Diserang, Bersahaja dan Pecinta Sepeda Onthel

Baca: Kronologis Penangkapan 2 Penyelundup Sabu di Bandara SSK II Pekanbaru, Sempat ke Toilet

Baca: Wakapolri Sebut Jaringan Teroris yang Menyerang Mapolda Riau Sedang dalam Pengembangan

"Intinya, sekarang ini perannya tetap membantu kepolisian. Nanti kalau revisi undang- undangnya sudah turun, kami akan sesuaikan," ujar Moeldoko saat dijumpai di Kompleks Istana Presiden, Rabu (16/5/2018).

Namun, setelah revisi UU Antiterorisme disahkan, perbantuan Koopsusgab terhadap Polri dipastikan dapat berupa pengerahan intelijen, maupun pengerahan personel TNI ke titik operasi.

Halaman
12
Editor: Sesri
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help