Siak

Kisah Salman Memperjuangkan Pembangunan Gedung Pesantren Darul Quran

Manajer PT PLN (Persero) Rayon Siak, Salman tak menyangka dapat menyelesaikan pembangunan 1 unit gedung di Pondok Pesantren Darul Quran

Kisah Salman Memperjuangkan Pembangunan Gedung Pesantren Darul Quran
Ist
Manajer PT PLN (persero) Siak, Salman menandatangani prasasti gedung baru pondok pesantren Darul Quran kampung Lalang, Sungai Apit, Selasa (22/5/2018) di pondok pesantren tersebut, yang didampingi GM PT PLN WRKR Irwansyah, Ketum SP PLN Jumadis Abda dan Camat Sungai Apit, Suparni. 

Laporan wartawan Tribunsiak.com, Mayonal Putra

TRIBUNSIAK.COM, SIAK - Manajer PT PLN (Persero) Rayon Siak, Salman tidak menyangka dapat menyelesaikan pembangunan 1 unit gedung di Pondok Pesantren Darul Quran, Kampung Lalang, Kecamatan Sungai Apit, kabupaten Siak. Sebab, awalnya CSR PT PLN (persero) hanya Rp 49 juta.

"Kemudian saya harus bicara lagi dengan Pak GM di Pekanbaru dan manajer Area Pekanbaru. Akhirnya ada saja jalannya bagaimana gedung bisa selesai," kata Salman, Selasa (23/4/2018) malam dikutip Tribunsiak.com.

Menurut dia, jika dipadakan saja kepada dana CSR PT PLN, tidak cukup untuk membangun satu gedung. Beberpa pejabat PLN secara pribadi juga menyumbang untuk pembangunan gedung itu.

"Kalau dirinci, 1 gedung itu entah berapa dana yang habis, mungkin ratusan juta. Namun saya berprinsip, kalau sudah melangkah jangan tanggung-tanggung," kata dia.

Baca: Ada yang Lolos di Tiga Jabatan, Ini Hasil Akhir Assessment 6 OPD Pemkab Kampar

Tidak dapat dipungkiri, dalam pembangunan gedung itu Salman harus merogoh koceknya sendiri, sampai bangunan selesai. Hal tersebut juga mendapat izin dan restu dari istrinya.

"Saya harus bolak balik Siak-Sungai Apit, selalu menanyakan apa yang kurang," kata dia.

Hal itu diakui Zaini, ketua Yayasan Darul Quran. Menurut Zaini, Salman sering datang secara tiba-tiba. Sedangkan pihaknya mengadu tentang kekurangan pasir, kekurangan semen, besi dan material lainnya.

"Hari ini kita mengadu, besok sudah sampai material yang kami minta. Kami tentu tidak tahu, bagaimana caranya, itulah kelebihannya seorang Pak Salman ini," kata dia.

Baca: Negara-negara Arab Masih Bisa Kalahkan Pesawat Siluman F-35 Israel, Asal Lakukan Ini

Sepanjang sejarah, kata Zaini, baru kali ini manajer PLN Rayon yang berjuang untuk kepentingan pendidikan agama. Sehingga bagi mereka, Salman dianggap bagian dari keluarga pondok pesantren.

"Inilah kekuatan hubungan baik, di mana kita bisa menjadi sebuah keluarga besar sepanjang hayat dikandung badan," kata dia.  (*)

Penulis: Mayonal Putra
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help