Indragiri Hilir

Diduga Korban Mutilasi, Ini Hasil Autopsi dan Ciri Mayat yang Ditemukan di Gaung Inhil

Warga menemukan jenazah tak utuh, hanya dari bagian pinggang ke bawah. Sedangkan bagian tubuh korban yang lain, tidak ditemukan di sekitar TKP.

Diduga Korban Mutilasi, Ini Hasil Autopsi dan Ciri Mayat yang Ditemukan di Gaung Inhil
TribunPekanbaru/T. Muhammad Fadhli
Jenazah korban saat berada di RS Bhayangkara Polda Riau. Polres Inhil. 

Laporan Wartawan Tribuntembilahan.com : T. Muhammad Fadhli.

TRIBUNTEMBILAHAN.COM, TEMBILAHAN –  Sabtu (2/6/2018) lalu warga Desa Belantaraya Kecamatan Gaung Kabupaten Inhil dihebohkan dengan penemuan potongan tubuh manusia yang diduga adalah korban mutilasi.

Warga menemukan jenazah tak utuh, hanya dari bagian pinggang ke bawah. Sedangkan bagian tubuh korban yang lain, tidak ditemukan di sekitar TKP.

Proses autopsi yang dilakukan oleh dokter spesialis forensik Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Polda Riau, akhirnya menyibak teka – teki jenis kelamin mayat yang ditemukan tersebut.

Berdasarkan hasil autopsi, membuktikan potongan tubuh dari bagian pinggang ke bawah mayat yang diduga korban mutilasi tersebut, berjenis kelamin laki - laki.

Kapolres Inhil AKBP Christian Rony, S.IK, MH melalui Kasat Reskrim Polres Inhil AKP M. Adhi Makayasa, SH, SIK, membenarkan perihal penemuan mayat yang sempat menghebohlan tersebut.

Baca: Kepala Sekolah Merangkap Guru Kelas, Fenomena Jamak yang Harus Dijalani Guru di Inhil

Baca: 15 KK Korban Kebakaran di Desa Pulau Palas, Terima Bantuan Polres dan Pemkab Inhil

Baca: Mayat di Sungai Rokan Desa Muara Dilam Ternyata Pria Pengidap Gangguan Jiwa, Ini Dia Kronologisnya

“Untuk proses penyelidikan, Sat Reskrim telah mengirimkan jasad yang tidak utuh itu ke RS Bhayangkara Polda Riau,” ujar AKP Adhi, Senin (4/6/2018).

Lebih lanjut AKP Adhi menjelaskan, berdasarkan hasil autopsi juga menunjukan bahwa jasad korban merupakan dari Ras Mongoloid dan diperkirakan memiliki tinggi tubuh antara 155 - 160 cm.

“Pada tubuh korban juga ditemukan zat amphetamin dan metamphetamin yang tidak lazim pada tubuh orang normal,” tukas AKP Adhi.

AKP Adhi juga belum mengetahui dan menentukan penyebab kematian, karena sebagian besar organ dalam serta potongan tubuh yang lain belum berhasil ditemukan.

Selain itu, sampai saat ini juga belum ada laporan kehilangan keluarga, sehingga proses penyelidikan dan penelusuran identitas korban masih terus dilakukan.

“Bagi masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarganya atau masyarakat yang mengetahui adanya orang hilang, diharapkan bisa menghubungi pihak Kepolisian", pungkas AKP Adhi. (*) 

Penulis: T. Muhammad Fadhli
Editor: Sesri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help