Indragiri Hilir

'Haram Manyarah Waja sampai Kaputing,' LBDH Inhil Ajak Orang Banjar Rapatkan Barisan

Laskar Banjar Dalas Hangit (LBDH) Inhil mengajak semua kalangan yang bersuku banjar agar merapatkan barisannya ke LBDH.

'Haram Manyarah Waja sampai Kaputing,' LBDH Inhil Ajak Orang Banjar Rapatkan Barisan
Tribun Pekanbaru/T Muhammad Fadhli
Panglima tinggi atau yang disebut sebagai ketua umum LBDH Inhil, H Yune Indrawan. 

Laporan Reporter Tribuntembilahan.com, T. Muhammad Fadhli.

TRIBUNTEMBILAHAN.COM, TEMBILAHAN – Laskar Banjar Dalas Hangit (LBDH) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) mengajak semua kalangan yang bersuku Banjar agar merapatkan barisannya ke LBDH.

LBDH di Kabupaten Inhil sebagai garda terdepan dari paguyuban bubuhan Banjar se-Kabupaten Inhil, juga merupakan wadah menjalin silahturahmi dan tempat berkumpul orang-orang Banjar.

“Jika diartikan, Laskar Banjar Dalas Hangit adalah pengawal atau prajurit suku Banjar yang memiliki semangat dan tekad yang kuat, pantang mundur mengangkat dan menjaga marwah Banjar,” H Yune Indrawan selaku panglima tinggi atau yang disebut sebagai ketua umum di Sekretariat LBDH Jalan M Boya Tembilahan, Kamis (7/6/2018).

Baca: Liverpool Buru Kiper Timnas Jerman Usai Gagal Dapatkan Jan Oblak

Lebih lanjut Yune menjelaskan, LBDH Kabupaten Inhil untuk saat ini memiliki kepengurusan tingkat Kabupaten sudah mencapai 150 orang lebih, tingkat Kecamatan sudah mencapai 30 sampai 40 persen yang di targetkan akan rampung 100 persen dari 20 kecamatan.

“Saat ini ada beberapa Kecamatan yang sudah ada kepengurusannya. Kita usahakan dalam waktu dekat seluruh kepengurusan Kecamatan akan kita rampungkan, bagi siapa saja yang merasa bersuku Banjar ayo segera merapat ke LBDH. Kita juga berharap agar semua pengurus baik ditingkat Kabupaten ataupun Kecamatan agar tetap bersemangat untuk memajukan warwah Banjar di seluruh penjuru Kabupaten Inhil ini,” harapnya.

Terakhir Yune menyampaikam slogan orang Banjar yang disuarakan oleh LBDH, yaitu "Haram Manyarah Waja Sampai Kaputing", melambangkan satu di antara papadahan atau pesan Pangeran Antasari (Sultan Banjar), artinya adalah berusaha sampai akhir, tidak boleh menyerah, tidak mudah putus asa.

“Maksud dari pesan Pangeran Antasari tersebut, adalah untuk menyemangati pasukannya agar tidak menyerah saat melawan penjajah Belanda, hingga tetes darah penghabisan dan slogan yang akrab ditelinga para orang-orang Banjar ini memberi dampak psikologis yang positif terlebih juga buat bubuhan Banjar LBDH Kabupaten Inhil," imbuhnya.

Baca: Mobdin Boleh Digunakan Selama Libur Lebaran Khusus untuk Hal Ini, Masyarakat Diminta Awasi

Sementara itu, seorang anggota LBDH, Syahrul Badrin, SH, mengaku merasakan akan kuatnya suatu kekeluargaan yang ada di LBDH Inhil.

“Kita tau sendirilah bagaimana kalau orang Banjar sudah berkumpul, ketawa tarus aku diulahnya, nyaman balucu-lucuan (ketawa terus aku dibuatnya, asik becanda,” ujar pria yang akrab disapa Arul ini.

Oleh karena itu, Arul juga mengaku senang dan betah berada di sekretariat untuk berkumpul dengan yang lainnya.

“Baru kali ini organisasi (paguyuban) yang saya ikuti begitu membuat hati senang dan gembira,” ucap Arul.

Ditambah lagi dengan semangat para pengurus LBDH membuat Arul bertambah semangat juga untuk mensosialisasikan LBDH kepada semua kalangan, agar orang-orang Banjar bergabung di LBDH.

“Haram Manyarah Waja Sampai Kaputing,” teriak Arul dengan penuh semangat saat melontarkan kata awal Saya Bangga Menjadi Orang Banjar. (*)

Penulis: T. Muhammad Fadhli
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help