Artefak Diduga Peninggalan Zaman Jepang Ditemukan di Desa Talang Jerinjing Inhu

Balai Pelestarian Cagar Budaya sudah turun langsung ke lokasi penemuan dan melihat benda berupa batu yang bertuliskan huruf kanji itu.

Artefak Diduga Peninggalan Zaman Jepang Ditemukan di Desa Talang Jerinjing Inhu
tribuninhu.com/Bynton Simanungkalit
Penemuan artefak berupa baru yang bertuliskan huruf aksara Jepang atau biasa disebut tulisan kanji di Desa Talang Jerinjing, Kecamatan Rengat Barat, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) 

Laporan Wartawan Tribuninhu.com, Bynton Simanungkalit

TRIBUNINHHU.COM, RENGAT - Penemuan artefak berupa baru yang bertuliskan huruf aksara Jepang atau biasa disebut tulisan kanji di Desa Talang Jerinjing, Kecamatan Rengat Barat, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) ditindaklanjuti oleh pihak Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) wilayah Sumatera Barat (Sumbar), Riau, dan Kepulauan Riau (Kepri).

Saharan Sepur, salah satu staf BPCB wilayah Sumbar, Riau, Kepri mengungkapkan artefak itu pertama kali ditemukan oleh masyarakat setempat.

Ia mengaku sudah turun langsung ke lokasi penemuan dan melihat benda berupa batu yang bertuliskan huruf kanji itu.

Baca: Percaya Artefak Pompeii Mengandung Kutukan, Pencuri Kembalikan Jarahan

Meski dirinya membenarkan ada huruf kanji, namun dirinya tidak bisa memastikan apakah artefak berupa batu berdiameter 50 centimeter itu merupakan peninggalan Jepang atau Belanda.

"Diduga artefak itu merupakan peninggalan masa kolonial, namun tidak bisa dipastikan apakah benda itu merupakan peninggalan Jepang atau Belanda. Bisa saja, bangunan itu dibangun Belanda namun diresmikan Jepang," katanya kepada Tribuninhu.com, Minggu (10/6/2018).

Untuk memastikannya perlu dilakukan ekskavasi atau penggalian dan pembersihan serta penelitian lebih lanjut terhadap benda bersejarah itu.

Saharan juga berkata di lokasi serupa juga ditemukan bunker.

Baca: Tak Terduga, Polisi Malah Temukan Bunker Berisi Emas saat Kejar Penganiaya Bripka Eric

Namun sekali lagi dirinya tidak bisa memastikan apakah bunker itu merupakan peninggalan Jepang atau Belanda.

Sementara itu setelah dilakukan pengecekan langsung, belum ada tindak lanjut terkait penemuan benda bersejarah itu.

Namun dirinya berharap agar masyarakat setempat bisa menjaga benda tersebut agar tidak dirusak oleh oknum yang tidak bertanggungjawab.

Terkait penemuan ini, Saharan berkata dirinya juga mengajak Bhabinkamtibmas setempat, sehingga diharapkan bisa membantu memberikan sosialisasi kepada masyarakat setempat. (*)

Penulis: Bynton Simanungkalit
Editor: harismanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved