Viral

Video Anak Yatim Menangis Usai di Begal Viral, Netter Geram Minta Pelaku Ditangkap

Tetapi apalah daya, anak ini dipukul oleh pelaku begal. Setelah berhasil merampas uang korban, pelaku langsung

Video Anak Yatim Menangis Usai di Begal Viral, Netter Geram Minta Pelaku Ditangkap
Dok
Video anak penghuni panti asuhan di Makassar menangis setelah dibegal viral di media sosial(Dok. ) 

TRIBUNPEKANBARU.com -- Video salah satu anak penghuni panti asuhan di Makassar yang menangis setelah dibegal menjadi viral di sosial media.

Panti asuhan tersebut terletak di Jl Serigala Makassar.

Sementara korban menangis di jalanan Jl Tupai Makassar setelah dibegal di siang hari dan uang Rp 500.000 yang terkumpul dari sedekah raib dibawa pelaku.

Dalam video tersebut, korbannya merupakan anak perempuan yang diperkirakan berusia sekitar 10 tahun ini menangis terduduk di tengah jalanan.

Baca: Sentilan Menohok Suryo Prabowo Untuk Amien Rais yang Niat Maju Pilpres 2019

Baca: Jalur Alternatif Pekanbaru-Padang, Hindari Macet Simpang Piladang-Silaiang

Korban pun dikelilingi oleh anak-anak yang tinggal di sekitar Jl Tupai Makassar.

Setelah kejadian itu, datang seorang ibu-ibu menanyakan kepada korban. Namun, korban hanya bisa terus menangis.

Anak-anak yang berada di sekitar korban yang menjadi saksi pembegalan itu menjawab pertanyaan ibu-ibu tersebut.

Baca: Ancaman Longsor Sepanjang 3 Km di Jalan Lintas Riau-Sumatera Barat, Simak Jalur Alternatif

Baca: Merasa Seperti Karung Beras didepan Tusuk Gigi, Warganet Ramai Semangati Kahiyang Ayu

Dalam keterangan pada video tersebut, korban sempat melakukan perlawanan kepada pelaku begal untuk mempertahankan uangnya Rp 500.000.

Tetapi apalah daya, anak ini dipukul oleh pelaku begal. Setelah berhasil merampas uang korban, pelaku langsung kabur.

“Habis dibegal, uangnya Rp 500.000 diambil dua orang yang mengendarai motor,” jawab anak-anak yang menjadi saksi korban kepada ibu-ibu yang merekam video tersebut.

Baca: Tak Grogi Jadi Kapten Timnas Inggris di Usia Muda, Harry Kane Ungkap Hal Ini

Halaman
12
Editor: David Tobing
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help