Viral

Video Anak Yatim Menangis Usai di Begal Viral, Netter Geram Minta Pelaku Ditangkap

Tetapi apalah daya, anak ini dipukul oleh pelaku begal. Setelah berhasil merampas uang korban, pelaku langsung

Video Anak Yatim Menangis Usai di Begal Viral, Netter Geram Minta Pelaku Ditangkap
Dok
Video anak penghuni panti asuhan di Makassar menangis setelah dibegal viral di media sosial(Dok. ) 

Video korban ini menjadi viral di media sosial dan berbagai tanggapan dari netizen terkait kasus tersebut.

Netizen berharap, pelaku yang berjumlah dua orang yang mengendarai sepeda motor matic segera diringkus polisi.

Hingga kini, belum ada tanggapan dari aparat kepolisian terkait aksi pembegalan yang dialami anak penghuni salah satu panti asuhan di Kota Makassar tersebut.

Berantas begal

Kepolisian RI sendiri sangat serius untuk memberantas begal.

Bahkan di Lampung, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian menginstruksikan seluruh kepala polres di Provinsi Lampung untuk memberantas begal yang meresahkan warga dan para pemudik yang melintasi wilayah Lampung.

"Saya minta seluruh kapolres dapat mengatasi kasus pembegalan ini, kalau tidak bisa atasi begal, maka kapolresnya yang saya begal.

Paham kan maksud saya?" ujar Tito saat ditemui usai kunjungan ke areal Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni, Lampung Selatan, Senin (11/6/2018).

Baca: Kamar Mewah Kim Jong Un di Singapura Bertarif Rp 387 Juta per Malam, Ini Penampakannya

Baca: Ada Gurauan Bom di Bandara Padang, Pesawat Terpaksa Delay 103 Menit

Tito lalu meminta para kapolres dan jajarannya membuat tim khusus untuk mewujudkan hal tersebut.

"Kapolres semua harus buat tim khusus, tangkapin dulu mereka, kalau tidak tempel mereka, kalau masih belum bisa juga, silakan minta bantuan Kapolda untuk menurunkan anggotanya yang bersenjata guna atasi begal ini," tambahnya.

Selain meminta bantuan kapolda, lanjut Tito, kapolres juga bisa minta bantuan kepada komandan korem (danrem) setempat.

"Kelompok begal-begal bisa saja ditangkap dengan cara lembut. Kalau masih melawan, tindak tegas," tuturnya.

Editor: David Tobing
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved