Jaksa Kembalikan Berkas Tersangka RTH untuk Dilengkapi Penyidik

Jaksa Peneliti di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau, mengembalikan berkas perkara dugaan korupsi pembangunan RTH Tunjuk Ajar, ke Jaksa Penyidik

Jaksa Kembalikan Berkas Tersangka RTH untuk Dilengkapi Penyidik
Tribunpekanbaru/ilhamyafiz
Sidang lanjutan dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Tunjuk Ajar, 

Laporan Wartawan Tribunpekanbaru.com, Ilham Yafiz

TRIBUNPEKANBARU.COM,PEKANBARU- Jaksa Peneliti di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau, mengembalikan berkas perkara dugaan korupsi pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Tunjuk Ajar, ke Jaksa Penyidik.‎

Dalam berkas penyidikan itu terdapat tiga orang tersangka dari Kelompok Kerja (Pokja) pada Unit Layanan Pengaduan (ULP) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau.

Baca: FOTO: Sampah Menumpuk di Jalan Duyung Pekanbaru

Satu berkas atas nama tersangka Ikhwan Sunardi yang saat itu merupakan Ketua Pokja, dan berkas kedua atas nama Desi Iswanti dan Rica Martiwi, yang merupakan anggota Pokja.

Jaksa peneliti mengembalikan berkas penyidikan ini kepada jaksa penyidik, karena dinilai belum lengkap untuk dinaikkan ke tahap selanjutnya.

Baca: Sekitar 60 Persen Hakim di Indonesia Dilaporkan ke Komisi Yudisial

Kepala Seksi (Kasi) Penerangan Hukum (Penkum) dan Hubungan Masyarakat (Humas) Kejati Riau, Muspidauan menerangkan jika dalam penelitian berkas, ditemukan adanya kekurangan yang harus dilengkapi oleh penyidik.

"Berkasnya belum lengkap, masih P19. Dikembalikan ke penyidik untuk dilengkapi," sebutnya.

Dengan dikembalikannya berkas tersebut, maka penyidik saat ini berupaya melengkapinya seauai petunjuk jaksa.

Baca: Akan Nikahi Hailey Baldwin, Justin Bieber Ternyata Masih Simpan Kisahnya dengan Selena Gomez

"Kalau nantinya berkas dinyatakan lengkap, maka dilanjutkan ke tahap berikutnya, yaitu tahap II (pelimpahan tersangka dan barang bukti ke Jaksa Penuntut Umum)," lanjut Muspidauan.

Sementara itu dalam perkara ini terdapat 18 orang yang ditetapkan sebagai tersangka. Selain tiga nama di atas, tiga tersangka lainnya tengah menjalani proses sidang di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru. Yaitu, mantan Kepala Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Sumber Daya Air (Ciptada) Provinsi Riau, Dwi Agus Sumarno, Yuliana J Bagaskoro dan Rinaldi Mugni, yang masing-masing merupakan rekanan dan konsultan pengawas.

Baca: Kadinkes Kampar Jemput Surat Kemenkes, Tenaga RTK Demo di Depan Rumah Dinas Bupati

Selain itu, Kejati Riau juga melakukan penahanan terhadap 3 orang tersangka lainnya yang kini juga telah berstatus terdakwa. Mereka adalah Direktur PT Panca Mandiri Consultant, Reymon Yundra, dan seorang staf ahlinya Arri Arwin, serta Khusno yang merupakan Direktur PT Bumi Riau Lestari (RBL).

Baca: Kapolres Kepulauan Meranti Pecat 5 Personil Saat HUT ke 72 Bhayangkara, 13 Diberi Penghargaan

Untuk tersangka lainnya, di antaranya Sekretaris Pokja, Hariyanto dan anggota Pokja Hoprizal.

Selain itu, Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan (PPHP) Adriansyah dan Akrima ST, juga Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Yusrizal dan ASN Silvia.‎ Terhadap mereka, nasibnya akan ditentukan belakangan.

Baca: Penonton Laga Semifinal Timnas U19 vs Malaysia Membludak, Pelatih Malaysia Ikut Berkomentar

Penyidikan terhadap dugaan korupsi dilakukan Pidsus Kejati Riau terhadap dua RTH yang ada di Pekanbaru yakni RTH Tunjuk Ajar di Jalan Ahmad Yani yang berdiri di lahan eks Dinas PU Provinsi Riau depan rumah dinas Walikota Pekanbaru dan RTH Kaca Mayang di Jalan Sudirman.

Baca: Humanis dan Religius, Sosok Iptu H Budi Pramana Kapolsek Rangsang yang Raih Polisi Teladan Riau

Berdasarkan hasil audit Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Republik Indonesia (RI) perwakilan Riau, ditemukan kerugian negara sebesar Rp 1,1 miliar. (*)

Penulis: Ilham Yafiz
Editor: Budi Rahmat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved