Rokan Hulu

Disperindag Rohul Targetkan PAD Meterologi Timbangan Hingga Rp 500 Juta

Disperindag Rokan Hulu (Rohul), akan memaksimalkan pendapatan daerah dari penerapan jasa Meterologi legal tera timbangan.

Disperindag Rohul Targetkan PAD Meterologi Timbangan Hingga Rp 500 Juta
Tribun Pekanbaru/Donny Kusuma Putra
Kadis Perindag Rohul, Sariaman 

Laporan Wartawan Tribunrohul.com, Donny Kusuma Putra

TRIBUNROHUL.COM, PASIRPANGARAIAN - Dinas Perindustrian Perdagangan (Disperindag) Rokan Hulu (Rohul), akan memaksimalkan pendapatan daerah dari penerapan jasa meterologi legal tera timbangan.

Kadis Perindag Rohul, Sariaman mengungkapkan, saat ini Pemkab Rohul sudah mengusulkan ke Dirjen Meterologi Kementrian Perdagangan tentang pengelolaan meterologi tera timbangan tersebut.

"Surat ke kementrian Perdagangan itu sudah diteken pak Bupati Sukiman, jika pengelolaan meterologi timbangan itu bisa dikelola, kita optimis bisa mendatangkan pendapatan daerah sektor ini Rp400 Juta sampai Rp500 juta," katanya, Senin (6/8/2018).

Baca: Isjoni Apresiasi Kegiatan Lomba Hari Anak yang Dilaksanakan Tribun Pekanbaru

Ia menambahakan, Diskoperindag Rohul sudah menyiapkan dan melengkapi peralatan meterologi tera timbangan itu serta enam petugas tera yang sudah mengikuti pelatihan bersertifikat, termasuk sudah menyusun SOP.

Sementara untuk payung hukumnya, kata Sariaman, juga sudah ada, yakni Perda perubahan Retribusi Jasa Umum.

"Selama ini tera timbangan dilakukan oleh Diskoperindag provinsi Riau yang turun secara berkala ke daerah ini, " ungkapnya.

Baca: Orangtua Curhat ke Anggota DPRD Soal Vaksin Rubella, Dewan Minta Diskes Lakukan Ini

Lebih lanjut dijelaskannya, optimisme pihaknya menargetkan PAD Meterologi jasa tera timbangan di Rohul mencapai Rp 400 sampai Rp500 juta itu, setelah melihat dan mempelajari data potensi yang ada.

Sehingga diperkirakan tahun 2019 sudah bisa diterapkan.

Diakuinya, saat ini data potensi ukur takar timbang dan perlengkapan (UTTP) yang ada di Rohul total mencapai 4.700 timbangan, terdiri dari PKS/RAM 112, SPBU 11serta sisanya timbangan pedagang di pasar pasar.

Sariaman mengungkapka, untuk mekanisme pengutipan retribusi tera timbangan itu, pihaknya juga tidak berhubungan langsung dengan objek, melainkan objek langsung menyetorkan ke Bank kas daerah.

Baca: Di Indonesia Artis Ikut Pilkada, di AS Pegulat WWE Terpilih Jadi Walikota

Ia mengimbau pedagang untuk menggunakan timbangan sesuai ketentuan berlaku dan tidak lagi memakai timbangan rumah tangga atau timbangan kuning.

"Ini demi konsumen dan masyarakat untuk ‎mendapatkan haknya yang sesuai, agar baik para pedagang, PKS, dan lain sebagainya bisa menggunakan timbangan sesuai ketentuan berlaku," pungkasnya. (*)

Penulis: Donny Kusuma Putra
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help