Home »

Video

Berita Riau

VIDEO: Batimang, Lantunan Pengantar Tidur Yang Mulai Jarang Terdengar

Berikut sepenggal syair dari seorang peserta lomba batimang dalam Global Tiger Day 2018 yang digelar World Wildlife Fund dan Komunitas

TRIBUNPEKANBARU.com -- ''Anak itiak tobang sairiang, lari sa ikua ka bukik koto, jangan ditobang lai Rimbo Baliang, mari basamo kita manjagonyo".

Berikut sepenggal syair dari seorang peserta lomba batimang dalam Global Tiger Day 2018 yang digelar  World Wildlife Fund dan Komunitas Tiger Heart di Desa Gema, Kecamatan Kampar Kiri Hulu Kabupaten Kampar pada akhir Juli 2018 lalu.

Sebuah syair tentang alam dari budaya yang mulai pudar>

Dalam prakteknya, pesan dalam syair itu dilantunkan ketika anak dalam buaian dan akan berakhir ketika sang anak telah tidur terlelap.

Kini batimang mulai jarang terdengar, karena ibu-ibu muda disana tidak banyak yang mempraktekkannya.  

Baca: Warga Binaan dan Petugas Rutan Kelas II B Dumai Gelar Doa Bersama untuk Indonesia

Baca: Petani Ditangkap Polisi karena Transaksi Narkoba, Ditemukan 6 Paket Sabu-Sabu Dalam Celana

Menurut pemuda setempat yang juga seorang penggiat seni bernama Dody Rasyid Amin, batimang merupakan salah satu syair yang ada dimasyarakat Kampar Kiri Hulu.

"Batimang itu digunakan para orang tua ketika menidurkan anaknya, kalau misalnya anaknya sudah ngantuk, biar dia cepat tidur, dinyanyikan, ditimang, tapi didalamnya dimasukkan pesan-pesan," katanya.

Dijelaskan Dody, syair dalam batimang bisa diisi banyak hal, namun harapannya, pesan yang disampaikan dapat diserap oleh anak hingga terbawa kedalam tingkah sosialnya.

"Sebenarnya saat dia menyanyikan timang itu, dia tidak memikirkan juga apakah tentang lingkungan tentang nasib atau apapun, namun ketika dia menyanyikan, dia terbawa perasaan sehingga di dalam batimang, dia bicara agama, sungai, hutan, rumahnya maupun alamnya, tapi secara spesifik dia tidak bicara satu hal, namun ketika dia menyampaikan nyanyian itu, terbawa perasaannya disitu, apa yang dia rasakan, dia lalui akan terbawa secara sendirinya, karena batimang itu juga tidak dikonsep, batimang lahir dari pikiran dia," kata Dody.

Seiring perkembangan zaman, lantunan batimang di kampung-kampung kini mulai sangat jarang dipraktekkan kecuali diladang-ladang, "karena orang berladang sampai dua minggu, saat tinggal di kebun, itu masih sering terdengar," tutup Dody.

Tags
Lagu
Tidur
Penulis: TheoRizky
Editor: David Tobing
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help