Vira
Video: Dada Ariana Grande Diraba Oknum Pemimpin Agama, Videonya Viral
tangan Bishop Ellis tidak tepat pada tubuh Ariana Grande ketika dia berbicara kepada penyanyi berusia 25 tahun itu di panggung, dan
TRIBUNPEKANBARU.COM - Bishop dari Gereja Pentakosta yang memimpin upacara pemakaman si Ratu Soul Aretha Franklin meminta maaf setelah dituduh meraba-raba kepada Grande di atas panggung.
Gambar menunjukkan Bishop Charles H Ellis III, yang saat ini menjabat Presiden Majelis Gereja Pentakosta Dunia memegang tubuh Ariana tinggi di atas pinggangnya, dengan jari-jarinya bergerak di sekitar bagian dasar dada sang penyanyi.
"Tidak akan pernah ada niat saya untuk menyentuh payudara perempuan mana pun," katanya kepada Associated Press.
Tapi publik mengunggah rekaman upacara itu ketika Ariana bangkit untuk menyanyikan lagu Aretha (You Make Me Feel Like) A Natural Woman ,yang menunjukkan dugaan penggerayangan.
Uskup Elis III berkilah, selama upacara penghormatan bagi Aretha Franklin, sang Ratu Soul, dia memeluk semua penampil, perempuan atau lelaki.
Baca: Ariana Grande Diduga Digerayangi Saat Pemakaman Ratu Soul Aretha Franklin
Baca: Oknum Pemimpin Agama Tertangkap Kamera Raba Dada Ariana Grande, Ini Klarifikasinya
"Mungkin saya melewati batas, mungkin saya terlalu ramah atau bersikap akrab, dan saya meminta maaf," katanya seperti dikutip tribunpekanbaru.com dari tribunmedan.
Namun menurut banyak wrganet, tangan Bishop Ellis tidak tepat pada tubuh Ariana Grande ketika dia berbicara kepada penyanyi berusia 25 tahun itu di panggung, dan bahwa Ariana Grande tampak tidak nyaman dengan kontak tersebut.
Dan sebelumnya, banyak kalangan lain di media sosial justru mengecam Ariana karena pakaiannya dianggap terlalu pendek untuk datang ke gereja.
Berikut videonya:
Misalnya, banyak yang mengatakan bahwa memfokuskan perhatian pada baju yang dikenakan Ariana, dan bukannya ulah uskup, merupakan hal yang misoginis.
Baca: Dosen Keperawatan UR Jadi Pemenang Undian Kepingan Emas Program THR Lexi
Disebutkan ulah sang oknum pemimpin gereja itu seharusnya mendapat sorotan yang sepantasnya.
#RespectAriana pun jadi trending, setelah rekaman itu beredar luas.
Sebagian warganet kemudian mengunggah lagi cuitan lama Ariana Grande mengenai kesepakatan (terkait seks).
"Saya merangkul memeluk semua seniman, perempuan dan laki-laki," kata Uskup Ellis kepada AP.
Baca: Detik-detik KMP Ihan Batak Dipindahkan ke Danau Toba, Oktober Ini Siap Layani Wisatawan
"Semua orang yang naik panggung, saya menjabat tangan mereka dan memeluk mereka. Begitulah gereja. Itu semua tentang kasih."
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/ariana-grande_20180902_092718.jpg)