Pekanbaru

Penyerobotan Lahan KIT oleh Warga Halangi Masuknya Investor

Penyerobotan lahan Kawasan Industri Tenayan (KIT) oleh sekelompok warga yang mengatasnamakan kelompok tani, menghalangi masuknya investor

Penyerobotan Lahan KIT oleh Warga Halangi Masuknya Investor
Tribun Pekanbaru/Syaiful Misgiono
Personil Sat PP Pekanbaru pasang plang nama di lahan milik Pemko Pekanbaru di KIT 

Laporan wartawan Tribun Pekanbaru, Syaiful Misgiono

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Penyerobotan lahan Kawasan Industri Tenayan (KIT) oleh sekelompok warga yang mengatasnamakan kelompok tani, menghalangi masuknya investor.

Hal ini ditegaskan oleh Walikota Pekanbaru, Dr Firdaus MT, dan masalah ini mendapat perhatian serius dari walikota yang berjulukan sang revolusioner itu.

Penyerobotan lahan dengan mengatasnamakan kelompok tani tersebut jelas merugikan Pemko Pekanbaru, tidak hanya dari sisi aset namun masalah invetasi.

Baca: Riau Air Shooting Championship 2018 Akan Pertandingkan 4 Kategori

Baca: Bikin Bergidik, Tak Hanya Sarang dan Telur Ular Sanca, Petugas Karhutla Juga Pernah Bertemu Beruang

Adanya temuan tersebut, sejumlah investor terhalang untuk menanamkan modalnya di KIT, dan investor menjadi berpikir ulang karena belum adanya kepastian atas kepemilikan lahan di kawasan tersebut.

"Kalau diganggu terus, nanti ada investor mau masuk jadi lari dia. Kapan kita bisa membuka lapangan pekerjaan kalau tidak ada jaminan kepada investor," kata Firdaus kepada Tribunpekanbaru.com pada Minggu (16/9/2018).

Maka, Firdaus menginstruksikan kepada tim Yustisi bersama dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, seperti dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu, Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) serta Bagian Hukum untuk bisa menuntaskan persoalan ini dan kembali menguasai seutuhkan lahan milik Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru tersebut.

"Saya minta kepada tim yustisi dan OPD teknis serta camat, segera ambil alih dan kuasai kembali lahan itu. Agar oknum yang mengatasnamakan kelompok masyarakat yang masih menganggu lahan Pemko itu supaya tidak terjadi lagi," katannya.

Firdaus mengungkapkan, pengembangan kawasan KIT saat ini sedang diproses payung hukumnya di DPRD Kota Pekanbaru. Pengembangan KIT nantinya akan dikelola oleh Perusahaan Daerah (PD).

Baca: Korban Kecelakaan Adu Kambing Toyota Kijang vs Datsun di Bukit Barisan Dilarikan ke Rumah Sakit

Baca: Kota Padang Raih Dua Kategori Penghargaan IAA 2018

"Kalau sudah selesai Perdannya nanti pembinaan kawasan itu sepenuhnya ada dibawah PT SPP sebagai perusahaan daerah," ujarnya.

Halaman
123
Penulis: Syaiful Misgio
Editor: Nolpitos Hendri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help