Berita Riau

VIDEO: Empat Provinsi Sepakati Pengawasan Nelayan di Perbatasan

kesepakatan yang dicapai dalam pertemuan ini masing-masing daerah melakukan sosialisasi terkait penggunaan alat tangkap ikan, karena

Laporan Nasuha Nasution

TRIBUNPEKANBARU.com, PEKANBARU - Setelah menggelar pertemuan antara Pemerintah Provinsi Riau, Kepulauan Riau, Jambi dan Sumatera Utara Kamis (20/9) di Pekanbaru.

Akhirnya empat Provinsi ini menyepakati beberapa kesepakatan soal penanganan konflik nelayan di Perbatasan. 

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Riau Herman Mahmud usai pertemuan menyebutkan pertemuan itu bukan mencari siapa yang salah dan siapa yang benar melainkan mencari solusi agar tidak ada lagi konflik nelayan di perbatasan tersebut. 

Baca: VIDEO: Razia Panti Pijat di Dumai, Tim Operasi Yustisi Periksa Indentitas Terapis

"Kita bertemu bukan mencari kesalahan tapi ingin membuat kesepakatan sebagai upaya pencegahan terhadap konflik nelayan, "ujar Herman Mahmud kepada Tribunpekanbaru.com Kamis. 

Diantara kesepakatan yang dicapai dalam pertemuan ini masing-masing daerah melakukan sosialisasi terkait penggunaan alat tangkap ikan, karena selama ini banyak nelayan yang masih menggunakan alat tangkap dilarang sesuai UU. 

Baca: Bahas Penyelesaian Konflik Antar Nelayan, Meranti Perlu Tingkatkan Pengawasan

"Selama ini juga pemicu konflik di lapangan itu karena pelanggaran penggunaan alat tangkap ikan ini, "jelas Herman Mahmud. 

Kemudian terpenting lagi lanjut Herman Mahmud kepastian penegakan hukum dan diharapkan jangan sampai terjadi nelayan main hakim sendiri di lapangan, karena ada aparat penegak hukum. 

" Jangan sampai ada warga yang main hakim sendiri lagi di lapangan, "ujar Herman Mahmud. 

Baca: Konflik Nelayan di Rohil, Gubernur Perintahkan Kadis Perikanan Awasi Nelayan di Perbatasan

Karena dalam pertemuan itu memang masing-masing daerah sama mengakui jika ada nelayan dari Provinsi masing-masing masuk ke perairan mereka. Seperti Jambi misalnya ada nelayan Riau yang masuk ke perairan mereka, juga sebaliknya. 

Begitu juga nelayan Sumut yang masuk ke Riau, dan ada juga nelayan Riau yang masuk ke wilayah Sumut, dengan Provinsi Kepri juga demikian, ada nelayan yang masuk ke wilayah mereka dan begitu juga nelayan Kepri masuk ke wilayah perairan Riau. 

"Semua saling mengakui kok, jadi ini komitmen kita bersama agar tidak terjadi konflik nelayan di perbatasan lagi seperti yang sering terjadi di Rohil, "ujar Herman Mahmud. 

Penulis: Nasuha Nasution
Editor: David Tobing
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved