Berita Riau

Konflik Nelayan di Rohil, Gubernur Perintahkan Kadis Perikanan Awasi Nelayan di Perbatasan

Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman mengaku prihatin dengan kejadian konflik nelayan yang terjadi di Rokan Hilir hingga ada yang meninggal dunia.

Konflik Nelayan di Rohil, Gubernur Perintahkan Kadis Perikanan Awasi Nelayan di Perbatasan
TribunPekanbaru/GuruhBudiWibowo
Nelayan tradisional sedang menebar jaring ikan di perairan Kabupaten Kepulauan Meranti, Jumat (4/12/2015). Foto tidak berkaitan dengan berita 

Laporan Nasuha Nasution

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman mengaku prihatin dengan kejadian konflik nelayan yang terjadi di Rokan Hilir beberapa waktu lalu hingga ada yang meninggal dunia. Untuk itu Ia berharap pada Dinas Perikanan dan Kelautan untuk terus mengawasi nelayan di perbatasan tersebut.

"Saya minta Dinas Perikanan dan Kelautan untuk mengawasi dan jangan sampai ada kejadian berikutnya, "ujar Andi Rachman sapaan akrabnya Gubernur Riau Rabu (12/9).

Dinas Perikanan dan Kelautan bersama yang terkait lainnya juga lanjut Gubernur harus melakukan pengawasan bersama lintas daerah karena konflik ini sudah berulang kali terjadi di perbatasan tersebut.

Baca: Partai Koalisi di Riau Siapkan Tim Pemenangan Jokowi - Maruf Amin 

"Saya sudah minta Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan turun ke lapangan dan harus diketahui apa masalahnya dan apakah masih masalah dengan sesama nelayan dan apa yang menyalahi sehingga muncul masalah, "ujar Andi Rachman.

Sebagaimana diketahui akhir pekan lalu Satuan Polisi Perairan (Satpol Air) Polres Rokan Hilir (Rohil) menggagalkan upaya pencurian kerang atau ilegal fishing di kawasan perairan Pulau Alang, Kecamatan Kubu.

Dalam pengungkapan ini terjadi perlawanan dari pelaku yang diperkirakan berjumlah belasan orang. Mereka mencoba menabrakkan kapal mereka ke kapal patroli Satpolair Polres Rohil. Sebelumnya mereka terlebih dulu mematikan seluruh lampu di kapal.

Upaya ini lantas dijawab petugas dengan memberikan tembakan peringatan sesuai Standart Operasional Prosedur (SOP). Tembakan peringatan tidak dihiraukan, lantas petugas melakukan upaya tindakan tegas terukur, menyebabkan satu pelaku tumbang, meningal ditembus timah panas, dua lainnya luka berat.

Selain ketiga pelaku yang ditindak tegas dan terukur, petugas juga mengamankan delapan orang lainnya. Seluruhnya merupakan masyarakat dari Provinsi Sumatera Utara.

Baca: Agus Pritiatno Jabat Kalapas Tembilahan yang Baru

Mulanya petugas mendapatkan laporan dari masyarakat mengenai kapal yang beroperasi menangkap kerang menggunakan alat yang tidak ramah lingkungan yang disebut dengan nama 'tank'. Alat ini merupakan besi metal yang mengaruk dasar laut untuk mengumpulkan kerang.

Halaman
123
Penulis: Nasyuha
Editor: M Iqbal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help