Pekanbaru

Relawan Greenpeace Bersih-bersih Bandar Bakau Bersama warga Dumai

Relawan Greenpeace Indonesia Base Riau Pekanbaru menggelar kegiatan Coastal Cleanup Day bersih-bersih bakau bersama warga Dumai

Relawan Greenpeace Bersih-bersih Bandar Bakau Bersama warga Dumai
Tribun Pekanbaru/ist
Relawan Greenpeace Bersih-bersih Bandar Bakau Bersama warga Dumai 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Syahrul Ramadhan

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Relawan Greenpeace Indonesia Base Riau Pekanbaru menggelar kegiatan Coastal Cleanup Day bersih-bersih bakau bersama warga Dumai pada Minggu (30/9/2018)

Kegiatan yang dilakukan dengan mengambil tema #pantangplastik itu dilakukan dengan membawa 21 peserta dari Pekanbaru dan sejumlah partisipan dari berbagai komunitas peduli lingkungan lainnya.

Disampaikan oleh Leader Volunteer Greenpeace Indonesia Base Riau Pekanbaru Junita Andriani, kegiatan kampanye urban tersebut juga mengajak beberapa organisasi mapala di dumai dan Bengkalis untuk terlibat.

Baca: DRPM Kemenristekdikti Kunjungi KUBE Kelurahan Tirta Siak

Baca: Tiga Siswi Baca Teks Pancasila di Atas Gajah Saat Pembukaan Apel Pertikawan

"Ada beberapa kelompok mapala juga. Seperti Mapala Jagad Biru STT Dumai, Mapala Laksamana Bengkalis, Umah Pumpun dan tuan rumah Bandar Bakau Pecinta Alam Bahari," ungkap Andriyani pada Selasa, 2 Oktober 2018.

Dipaparkannya, penggunaan istilah 'Pungut, Pilah dan Data' dijadikan konsep kegiatan ini merujuk pada data penelitian Greenpeace tentang 267 jenis hewan terancam hidupnya akibat limbah plastik.

"Plastik menjadi penyebab utama matinga mahluk hidup di laut. Di dunia, Indonesia menduduki peringkat kedua sebagai pemyumbang sampah plastik sebanyak 17 ton pertahun," sampainya kemudian.

Dilanjutkannya, pemilihan lokasi Coastal Cleanup di Bandar Bakau Dumai dikarenakan tempat tersebut merupakan pesisir laut dari Provinsi Riau.

Baca: Antisipasi Karhutla Tiga Kecamatan Bersama Stake Holder Perusahaan Gelar Apel Siaga

Baca: PLN Area Rengat akan Lakukan Pemadaman Selama Tiga Hari

Di Bandau Bakau, jelas Andriani, pertumbuhan hutan mangrove yang cenderung berlumpur terganggu akibat banyaknya sampah plastik yang terbawa arus dari laut.

"Kampanye #pantangplastik ini dilakukan untuk mengajak masyarakat mengurangi konsumsi plastik dari diri sendiri agar lingkungan sekitar sehat dan tetap ramah bagi mahluk hidup disana," ucapnya.

#pantangplastik dilakukan oleh para peserta kegiatan dengan sangat sederhana.

Yakni dengan mengutip, memilah dan mendata sampah plastik di sekitar Bandar Bakau.

"Kegiatan ini kami lakukan dari pagi hingga siang hari dan diakhiri diskusi pada sore serta kegiatan hiburan," pungkas Andriani. (*)

Penulis: Syahrul
Editor: Nolpitos Hendri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved