WASPADA, Berbohong Termasuk Gangguan Kepribadian, Sama Seperti Psikopat dan Narsisme

WASPADA, Berbohong Termasuk Gangguan Kepribadian, Sama Seperti Psikopat dan Narsisme

WASPADA, Berbohong Termasuk Gangguan Kepribadian, Sama Seperti Psikopat dan Narsisme
@nickgeek.com
Ilustrasi 

TRIBUNPEKANBARU.COM- WASPADA, Kepribadian'>Berbohong Termasuk Gangguan Kepribadian, Sama Seperti Psikopat dan Narsisme

Jangan sekali pun pernah berbohong. 

Bila sekali berbohong, maka akan diikuti dengan kebohongan berikutnya. 

Memang, kebohongan sudah sering ditemukan di kehidupan sosial.

Bumbu-bumbu dusta tampaknya seolah menjadi keseharian manusia.

Baca: Daftar CPNS 2018 di Web SSCN,3 Instansi di Wilayah BKN Pekanbaru Masih Sepi Peminat, Ayo Serbu

Baca: Jika Situasi Ini Terjadi, Nomor Berapa yang Pertama Anda Pilih? Beginilah Kepribadian Anda

Dalam perkembangan otak, kita memiliki 'alat' serbaguna dan kuat yang dapat kita gunakan untuk bermain dengan kenyataan serta memengaruhi hasil dari apa yang terjadi.

Dalam lingkungan sosial, kebohongan dianggap sebagai perilaku yang buruk dan tidak seharusnya kita melakukan perilaku tersebut.

Bagi beberapa orang, mereka adalah pembohong patologis, berarti mereka tidak dapat berhenti menyebarkan informasi yang salah tentang diri sendiri dan orang lain.

Dalam sebuah buku berjudul Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders, berbohong patologis adalah gangguan dalam diri seseorang serta termasuk dalam gejala gangguan kepribadian.

Sama halnya dengan psikopat dan narsisme, melansir Business Insider.

Halaman
123
Editor: Afrizal
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved