Bencana Banjir dan Longsor di Wilayah Sumatera, Update Jumlah Korban Jiwa, 22 Tewas 15 Hilang

Bencana banjir dan longsor di wilayah Sumatera banyak menelan korban jiwa. Berikut up date jumlah korban yang meninggal

Bencana Banjir dan Longsor di Wilayah Sumatera, Update Jumlah Korban Jiwa, 22 Tewas 15 Hilang
Facebook Pusdalops BPBD Tanah Datar
Pantauan udara kondisi terkini banjir bandang dan longsor di nagari tanjung bonai, kecamatan lintau buo utara, ka. Tanah Datar. 

TRIBUNPEKANBARU.COM- Bencana banjir dan longsor melanda wilayah Sumatera.

Dari peristiwa tersebut mnelan korban jiwa yang tidak sedikit.

Peristiwa bencana terjadi di Sumatera Utara dan Sumatera Barat.

Seperti yang dikutip dari Kompas.com, sebanyak 20 orang meninggal dan 15 hilang akibat banjir dan longsor yang melanda Sumatera Utara dan Sumatera Barat pada Kamis dan Jumat (11-12/10/2018).

Baca: VIDEO: Live Streaming Persebaya Vs Borneo FC Liga 1 2018 Pukul 18.30 WIB Malam Ini

Selain itu, bencana alam ini juga menyebabkan puluhan orag terluka. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho menyebutkan, berdasarkan data sementara dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Sumatera Utara dan Barat, korban tewas, hilang dan luka tersebar di 4 wilayah, yaitu di Kabupaten Mandailing Natal, Kota Sibolga, Kabupaten Tanah Datar dan Kabupaten Pasaman Barat.

Banjir dan longsor melanda 9 kecamatan di Kabupaten Mandailing Natal, Provinsi Sumatera Utara.

Baca: VIDEO: SEDANG BERLANGSUNG Timnas U19 Indonesia vs Yordania,Saksikan Disini

Yaitu Kecamatan Natal, Lingga Bayu, Muara Batang Gadis, Naga Juang, Panyambungan Utara, Bukit Malintang, Ulu Pungkut, Kota Nopan dan Batang Natal pada Jumat (12/10/2018) pagi dan sore hari.

Data sementara mencatat 13 orang meninggal dunia dan 10 orang hilang di Mandailing Natal.

Sebanyak 11 murid madrasah di Desa Muara Saladi, Kecamatan Ulu Pungkut, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara, meninggal dunia tertimpa bangunan yang hancur diterjang banjir bandang pada Jumat (12/10/2018) sore saat jam pelajaran sedang berlangsung.

"Diperkirakan 10 orang hilang. Kejadian berlangsung mendadak. Sungai Aek Saladi tiba-tiba mengalir dengan debit besar dan membawa lumpur dan meluap sehingga menerjang madrasah.

Halaman
123
Editor: Budi Rahmat
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help