Berita Riau
Konsentrasi ke Isu Sosial, Bentuk Ibadah dan Kemapanan Diri Generasi Muda
Pemuda sebagai generasi penerus harus mampu tampil sebagai agen perubahan sejak dini, bagi wanita ini anak muda di Riau harus mau bangkit dan bersatu
Penulis: Teddy Tarigan | Editor: Nolpitos Hendri
Konsentrasi ke Isu Sosial, Bentuk Ibadah dan Kemapanan Diri Generasi Muda
Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Teddy Tarigan
TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Pemuda sebagai generasi penerus harus mampu tampil sebagai agen perubahan sejak dini, bagi wanita ini anak muda di Riau harus mau bangkit dan bersatu menyuarakan pentingnya isu-isu sosial.
Tak hanya isu bersifat politis saja tapi juga pada isu lingkungan dan korupsi yang sangat melekat dengan Provinsi Riau saat ini.
Baca: Perbaikan Panel Rusak Diprediksi Memakan Waktu Tiga Hari, Pemadaman Listrik di Bengkalis Berlanjut
Baca: Jaksa Tahan Direktur PT Sabarjaya Karyatama Pelaksana Pembangunan Drainase
Bernama lengkap Sartika Dewi, wanita ini merupakan aktivis dari Fitra.
Dirinya kerap melakukan kegiatan dalam penyelamatan lingkungan dan anti korupsi
Dikatakannya hal tersebut sebagai bagian dari ibadah juga merupakan bentuk kemapamanan berpikir bagi generasi muda saat ini.
“Sudah saatnya bagi anak muda untuk bangkit dan menyuarakan isu terkait lingkungan dan korupsi. Sebagai anak muda yang pikirannya masih segar, tentu isu tersebut bisa menjadi gerakan yang baik dan positif,” ungkap Sartika.
Dipaparkannya juga, isu lingkungan dan isu korupsi saat ini santer menjadi pembicaraan di ranah public.
Baca: Ungkap Dugaan Tipikor di Riau, BARA API Unjuk Rasa di Kantor Gubernur Riau
Baca: Wakil Rakyat Sarankan Diskes Gandeng Disdik dan Tokoh Agama dalam Pelaksanaan Imunisasi Vaksin MR
Bahkan, tak jarang pula isu yang dibicarakan terjadi di sekitar lingkungan masing-masing individu anak muda.
Menurutnya, hal tersebut seharusnya bisa memunculkan formulasi menarik dalam mengatasi isu tersebut dan dikemukakan secara luas untuk membangun kepedulian sesama.
“Karena isu tersebut lekat dengan masyarakat Riau, mustinya anak muda seperti kita ini bisa bersepakat dan saling menggerakkan satu sama lain untuk membangun kampanye penjagaan lingkungan dan anti korupsi supaya masyarakat luas juga memahami betapa pentingnya hal tersebut,” ungkapnya.
Sartika juga memaparkan, hal terkecil yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan gerakan secara kontinu untuk mengkampanyekannya kepada masyarakat secara lebih luas.
Sebab, kata Sartika, gerakan yang sering disosialisasikan bisa berdampak positif untuk merubah cara berpikir banyak orang.
Baca: Lima Hari Banjir, Ini Penyebab Bantuan Belum Sampai ke Korban Banjir di Kepenuhan
Baca: Liga U-17 Askot PSSI Pekanbaru Respa Tekuk Yapora Pratama Tujuh Gol Tanpa Balas
“Sederhana saja, misalnya dengan lebih sering melakukan sosialisasi. Tentunya masyarakat lama-lama juga akan mengerti dan mau memahami ide yang disuarakan,” sampainya kemudian.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/konsentrasi-ke-isu-sosial-bentuk-ibadah-dan-kemapanan-diri-generasi-muda_20181108_191724.jpg)