Berita Riau
VIDEO: Insiden Pengerusakan Bendera Demokrat, AHY: Nanti yang Sengsara Adalah Rakyat
gus Harimurti Yudhoyono (AHY) mendadak ke Pekanbaru karena adanya pengrusakan bendera dan atribut partai Demokrat
Penulis: Nasuha Nasution | Editor: David Tobing
Laporan wartawan tribunpekanbaru.com Nasuha Nasution
TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mendadak ke Pekanbaru Minggu (16/12) menyusul orangtuanya karena adanya pengrusakan bendera dan atribut partai Demokrat saat acara kunjungan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Pekanbaru.
Ia mengaku ingin turut langsung melakukan investigasi terhadap aksi pengrusakan atribut yang melanda partai Demokrat di Pekanbaru.
"Secara khusus tujuan saya kesini, sebagaimana saya sampaikan melalui Twitter dan media massa kedatangan saya kesini ingin turut langsung investigasi pengrusakan bendera dan baliho partai Demokrat, yang tentunya jadi berita nasional, "ujarnya saat ditemui dalam acara pembekalan kader dan Caleg Demokrat Minggu (16/12) di Pekanbaru.
Baca: Kronologi Diamankannya 3 Tersangka Perusak baliho dan Bendera Partai, Inilah Pihak Pelapornya
Ia menyayangkan kejadian memalukan tersebut lebih, menurutnya tindakan itu merusak demokrasi yang sudah terbangun di Indonesia.
"Saya sendiri menyayangkan dan mengutuk tindakan yang tidak bertanggung jawab anarkis dan cara preman itu yang jelas merusak demokrasi, "jelasnya.
AHY mengaku tidak puas sebelum langsung turun dan melakukan investigasi langsung, maka itulah sebabnya Ia langsung turun ke lapangan.
Baca: Demokrat Sebut Kasus Pengrusakan Bendera dan Baliho Belum Selesai Sampai HS Saja
" Saya ingin tahu lebih dalam dan banyak cerita dengan mendengar dari kader. Yang jelas kami telah ambil langkah, dan investigasi dilanjutkan dan sudah dilaporkan ke Polda dan kami harap bisa tuntas secepatnya, jangan sampai terjadi lagi terhadap siapapun (partai), "jelas Agus.
Bagi suami Annisa Pohan ini, investigasi sangat penting dilakukan, menurutnya bukan karena jumlah pengrusakan yang cukup besar melainkan ingin mengetahui motiv dan tujuan pelaku melakukan pengrusakan.
"Tetapi apa tujuan dan motif itu, yang pertama Demokrat partai besar dan terhormat dan memiliki konstituen yang besar. Saya yakin partai lain juga tidak terima dengan perlakuan ini, "ujarnya.
Baca: Bawaslu Riau : Pengrusakan Bendera Dan baliho Partai Demokrat Merupakan Tindak Pidana Umum
Sehingga pengrusakan ini lanjutnya harus direspon serius, karena jika dibiarkan nanti ini jadi hal yang lumrah dan bahkan bisa berbahaya kedepannya bagi negara.
"Bahaya kalau ini jadi norma baru di negeri kita. Nanti yang sengsara adalah rakyat nanti bisa saja Bentrok sendiri di lapangan. Karena rakyat juga tidak suka dan tadi banyak yang bersimpati menyampaikan ke saya, "jelasnya.
Sementara mengenai adanya rencana Caleg PDI Perjuangan Kapitra Ampera yang akan melaporkan ketua Umum Partai Demokrat ke Polda karena pencemaran nama baik oleh pihak PDI Perjuangan, menurut AHY dipersilahkan.
"Silahkan laporkan ini negara demokrasi dan negara hukum. Karena pak SBY tidak ada menuduh dan menyebutkan partai apapun justru menyerahkan kepada penegak hukum, "jelas AHY.
Baca: Sebelum Pekanbaru AHY Sebut Perusakan Bendera Partai Demokrat Juga Terjadi di Kebumen dan Medan
Muncul juga anggapan pengrusakan atribut ini agar hubungan baik SBY dan Jokowi terganggu menurut AHY bisa saja semua kemungkinan terjadi apalagi selama ini hubungan keduanya baik.