KSEI dan Pelaku Pasar Modal Kerja Sama Pemanfaatan Data Ditjen Dukcapil

Kerjasama yang diinisiasi KSEI ini sebagai upaya mempercepat dan mempermudah proses pembukaan rekening di pasar modal.

KSEI dan Pelaku Pasar Modal Kerja Sama Pemanfaatan Data Ditjen Dukcapil
istimewa
Dirjen Dukcapil Prof Dr Zudan Arif Fakrulloh, Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal II OJK Fakhri Hilmi , Direktur Utama KSEI Friderica Widyasari Dewi dan Direktur Utama BEI Inarno Djajadi bersama perwakilan pelaku industri pasar modal Indonesia saat menandatangani Perjanjian Kerja Sama dengan Ditjen Dukcapil, Kemendagri terkait Pemanfaatan Nomor Induk Kependudukan, Data Kependudukan dan KTP-el dalam layanan jasa pasar modal pada Jumat, 21 Desember 2018 di Jakarta. 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Sebanyak 106 pelaku industri Pasar Modal Indonesia melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama dengan Ditjen Dukcapil, Kemendagri terkait Pemanfaatan Nomor Induk Kependudukan, Data Kependudukan dan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el) dalam layanan jasa pasar modal.

Penandatanganan dilakukan  oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Dukcapil, Prof Dr Zudan Arif Fakrulloh dengan perwakilan masing-masing perusahaan. Terdiri dari PT Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), The Indonesian Capital Market Institute (TICMI) Perusahaan Efek, Manajer Investasi, dan Agen Penjual Reksa Dana.

Baca: Herman Seventeen Meninggal Saat Tsunami Banten, Istri: Dia Pamit Enggak Akan Pulang Lagi

Turut hadir dan menyaksikan penandatanganan tersebut Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal II Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Fakhri Hilmi, serta Direksi dan Komisaris Self Regulatory Organizations (SRO). 

Kerjasama yang diinisiasi KSEI ini sebagai upaya mempercepat dan mempermudah proses pembukaan rekening di pasar modal. 106 pelaku industri pasar modal Indonesia yang menandatangani perjanjian kerja sama dengan Ditjen Dukcapil, yaitu 78 Perusahaan Efek, 19 Manajer Investasi, 6 Agen Penjual Reksadana, dan 3 Lembaga Penunjang Pasar Modal (BEI, KSEI dan TICMI).

“Kerjasama para pelaku industri pasar modal dengan Ditjen Dukcapil dalam pemanfaatan data kependudukan, mempercepat proses pembukaan rekening Efek. Sebelumnya bisa mencapai 2 minggu. Sekarang menjadi kurang dari satu jam. Pemanfaatan basis data KTP-el diharapkan dapat meningkatkan kualitas data calon nasabah untuk proses KYC (Know Your Client) yang lebih baik karena pengecekan data nasabah langsung ke database KTP-el. Jadi bisa divalidasi kebenaran identitasnya,” kata Direktur Utama KSEI Friderica Widyasari Dewi, Jumat (21/12). 

Baca: Update Korban Tsunami di Selat Sunda, 222 Meninggal Dunia, 843 Luka-luka & 28 Orang Hilang

Simplifikasi pembukaan rekening Efek dapat mengatasi kendala atas lamanya waktu pembukaan rekening Efek yang umumnya dialami oleh masyarakat di daerah, terutama di luar Jawa. Belum banyak Perusahaan Sekuritas yang mampu membuka banyak cabang hingga ke pelosok daerah.

Jumlah investor yang tercatat di industri pasar modal per 17 Desember 2018 sebanyak 1.606.481 atau meningkat 43% sejak akhir tahun 2017. Dari jumlah tersebut, investor di Indonesia masih terpusat di Jawa sebanyak 73,57% dengan total nilai aset mencapai 96%. Investor terbanyak kedua ada di Sumatera sebanyak 14%. KSEI berharap simplifikasi pembukaan rekening investasi juga dapat membuat penyebaran investor semakin merata hingga ke seluruh daerah di Indonesia.

Dirjen Dukcapil Prof Dr Zudan Arif Fakrulloh menyambut gembira adanya perjanjian kerja sama dengan para pelaku industri pasar modal ini. “Secara keseluruhan, sudah lebih dari 1.000 institusi yang melakukan kerja sama dengan Ditjen Dukcapil terkait pemanfaatan data kependudukan,” kata Zudan. 

Baca: Everton vs Tottenham, Live Liga Inggris Malam Ini di beIN Sports, Bisa Streaming di HP

Sementara itu, Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal I OJK Fakhri Hilmi menyampaikan apresiasi kepada KSEI dan SRO atas inisiatif yang telah dilakukan untuk memfasilitasi terlaksananya kerja sama para pelaku di industri pasar modal dengan Ditjen Dukcapil.

“Perkembangan teknologi yang terus bergerak dinamis harus dapat dimanfaatkan para pelaku pasar modal. Kami sangat berterima kasih sekali dengan inisiatif ini, dan mudah-mudahan impian kita dapat tercapai, yaitu investor lokal menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Tekanan di pasar modal bisa kita redam apabila basis investor retail sangat kuat,” kata Fakhri.

Editor: M Iqbal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved