Pekanbaru

Kembangkan Usaha, Karang Taruna Rejosari Berencana Membuat KAMPUNG IKAN di Pekanbaru

Kembangkan usaha, Karang Taruna Rejosari, Pekanbaru, Riau, Indonesia berencana membuat Kampung Ikan di Pekanbaru, Riau, Indonesia.

Kembangkan Usaha, Karang Taruna Rejosari Berencana Membuat KAMPUNG IKAN di Pekanbaru
Tribun Pekanbaru/Theo Rizky
Kembangkan Usaha, Karang Taruna Rejosari Berencana Membuat KAMPUNG IKAN di Pekanbaru 

Kembangkan Usaha, Karang Taruna Rejosari Berencana Membuat KAMPUNG IKAN di Pekanbaru

Laporan Fotografer Tribun Pekanbaru, Theo Rizky

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Kembangkan usaha, Karang Taruna Rejosari, Pekanbaru, Riau, Indonesia berencana membuat Kampung Ikan di Pekanbaru.

Setelah berhasil membuat usaha bengkel modifikasi dan pembibitan pohon tin, Karang Taruna Kelurahan Rejosari Kecamatan Tenayan Raya Kota Pekanbaru kini melebarkan bisnisnya ke usaha perikanan.

Unit bisnis yang ketiga itu dimulai dari pengelolaan Kolam Pancing BM 86 yang resmi beroperasi dua bulan lalu di Jalan Perkasa 5, Kelurahan Bambu Kuning, Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru.

Baca: KISAH Cewek Cantik Asal Pekanbaru Lahir di Keluarga Seniman, Lomba Nyanyi hingga Jadi Dara Pekanbaru

Baca: Link Live Streaming Pidato Kebangsaan Prabowo Indonesia Menang Pukul 19.00 WIB, Live Gerindra TV

Baca: Lahan Seluas 4 Hektare di Jalan SMK Tanjung Penyembal Sungai Sembilan Kota Dumai terbakar.

Menurut Ketua Karang Taruna Kelurahan Rejosari, Widde Munadir Rosa, kolam tersebut merupakan langkah pertama dari rencanya untuk membentuk kelompok tani perikanan dan menjadikan kawasan yang tak jauh dari pusat kota itu sebagai kampung ikan.

"Masyarakat disana bisa diberdayakan untuk memiliki usaha pembesaran ikan patin dan ikan lele di rumah dengan menggunakan kolam terpal, batu dan tanah, karena masyarakat yang gemar memakan ikan di Pekanbaru cukup tinggi, sementara, ikan-ikan didatangkan dari luar Provonsi Riau, seperti dari Sumatera Barat," ujarnya kepada Tribunpekanbaru.com Minggu (13/1/2019).

Selain itu, masih menurut Widde, masih banyak lahan kosong dikawasan itu yang harusnya bisa diberdayakan.

"Tapi Karang Taruna tidak bisa berdiri sendiri tanpa campur tangan pemerintah, sehingga dibutuhkan peran serta pemerintah daerah untuk mewujudkannya," kata Widde.

Dilanjutkannya, keinginan pihak Karang Taruna Kelurahan Rejosari untuk mewujudkan kawasan itu sebagai kampung ikan yang berpotensi menjadi tempat wisata baru tidaklah muluk-muluk, buktinya, baru dua bulan berjalan, kolam pancing itu sudah cukup menghasilkan.

Baca: VIDEO: Live Streaming India Vs Bahrain, Live AFC Asian Cup (Piala Asia) 2019 Pukul 23.00 WIB

Baca: Kabupaten Siak Kembali Raih Piala Adipura, Bupati Syamsuar Sebut Hasil Kerja Kolektif Semua Pihak

Baca: Terus Menerus Hujat Jokowi Ketimbang SBY, Ternyata Begini Alasan Rocky Gerung

"Awalnya kita melihat minimnya sarana hiburan dikawasan ini, namun kita bisa melihat potensinya bila dikelola dengan baik, dengan itu, diwujudkanlah wisata kolam pancing BM 86, dimana yang bekerja disini adalah pemuda karang taruna tempatan yang belum memiliki kerja, dengan sistim bagi hasil," katanya.

Masih menurut Widde, selain mancing, pengunjung juga bisa menggelar acara lain yang sudah direncanakan sebelumnya, seperti membakar ikan, maupun karoke bersama kerabat.

"Kolam ini dibuka setiap hari dari jam 8 pagi sampai jam 6 sore, lalu buka lagi setelah lepas maghrib hingga jam 3 subuh, pemancing cukup dikenakan biaya Rp 30 ribu untuk dua pancing, kalau tidak bawa pancing, disini juga menyewakannya, Rp 10 ribu untuk satu pancing, ikannya boleh dibawa pulang berapapun yang berhasil didapat," ujar Widde seraya menyebutkan bahwa rata-rata ikan yang ada di kolam itu seberat 1 kg. (*)

Penulis: TheoRizky
Editor: Nolpitos Hendri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved