KPU Pekanbaru Bahas DPTb dan DPK dengan PPS, Warga Sudah Bisa Ajukan Pindah TPS

KPU Pekanbaru menyebut warga yang ingin pindah TPS saat mencoblos nanti sudah bisa mengajukan perpindahan.

KPU Pekanbaru Bahas DPTb dan DPK dengan PPS, Warga Sudah Bisa Ajukan Pindah TPS
ist
Logo KPU 

tribunpekanbaru.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Pekanbaru menggelar rapat bersama Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) se-Kota Pekanbaru. Rapat tersebut digelar usai KPU Pekanbaru mengukuhkan Tim Relawan Demokrasi (Relasi).

Ketua KPU Pekanbaru, Yelly Nofiza mengatakan, rapat tersebut membahas persiapan penetapan Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) dan Daftar Pemilih Khusus (DPK), yang akan diplenokan pada Maret 2019 mendatang oleh KPU RI.

Dia menyebutkan, rapat tersebut sangat penting digelar. Apalagi, ada beberapa pemilih yang masuk dan pindah domisili. "Intinya, kami melakukan penyamaan persepsi terkait penyusunan DPTb dan DPK dengan PPK. Jangan sampai nanti ada warga yang tidak bisa memberikan hak pilihnya pada pemungutan suara mendatang," ujarnya.

Yeli Noviza menjelaskan, pemilih yang masuk dalam kategori DPTb yaitu warga yang sudah terdaftar di DPT suatu TPS, namun tidak bisa menggunakan hak suaranya di TPS tersebut. Alasannya bermacam macam, bisa jadi warga tersebut tidak bisa pulang ke daerah asalnya pada saat pencoblosan.

"Seperti mahasiswa kita yang di Pekanbaru. Hanya 30 persen saja mahasiswa yang di sejumlah Kota Pekanbaru merupakan warga Pekanbaru, sisanya kan dari kabupaten dan kota lain. Meskipun saat hari pencoblosan diliburkan, belum tentu juga mereka bisa pulang," ujarnya.

Agar masuk dalam DPTb, warga tersebut harus menunjukkan e-KTP atau surat keterangan dan salinan bukti sudah terdaftar sebagai pemilih dalam DPT di suatu TPS, kepada petugas pemungutan suara (PPS) di TPS tujuan. Kemudian petugas PPS akan memberikan formulir A5-KPU agar warga tersebut bisa memilih.

"Saat ini pindah TPS sudah bisa dilakukan, paling lambat 30 hari sebelum Pemilu. Kami juga kemarin sudah menggelar sosialisasi terkait DPTb ini kepada para mahasiswa, dan kami juga sudah pasang-pasang spanduk pengumuman bagi warga yang ingin pindah memilih," ujar Yeli.

Sedangkan kategori pemilih yang masuk dalam kategori DPK, adalah pemilih yang tidak terdaftar sebagai pemilih dalam DPT dan DPTb, tapi memenuhi syarat sebagai Pemilih. Mereka bisa jadi dari kalangan pemilih yang baru mendapatkan NIK atau yang tidak sempat masuk dalam DPTb. Pada hari H nanti, pemilih yang masuk kategori DPK dapat menggunakan hak pilihnya dengan menunjukkan e-KTP.

"Pemilih dalam DPK didaftar di TPS sesuai alamat yang tertera dalam e-KTP. Jadi jangan takut akan kehilangan hak suaranya, semua akan kami layani," ujarnya. (gbw)

Penulis: Guruh Budi Wibowo
Editor: rinaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved